BANGKAPOS.COM, BANGKA – "Duar...! Duar...!" Dua kali suara dentuman keras memecah keheningan permukiman warga di Jalan Bejo, Kelurahan Selindung, Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang.
Sesaat kemudian, kobaran api terlihat melahap area garasi sebuah rumah berwarna putih.
Suara ledakan membuat warga yang semula membantu memadamkan api pun mundur usai terdengar suara ledakan keras tersebut.
Mereka khawatir akan terjadi ledakan susulan yang bisa membahayakan nyawa.
Suasana pun berubah mencekam. Kepulan asap hitam pekat terus membumbung tinggi ke udara. Sementara teriakan warga meminta pertolongan terdengar bersahutan di sekitar lokasi.
Peristiwa itu diceritakan Budi, salah seorang warga yang rumahnya hanya berjarak sekitar 10 meter dari lokasi kebakaran.
Sebagai tetangga, ia ikut membantu upaya pemadaman sebelum petugas pemadam kebakaran tiba.
Pada sekitar pukul 12.40 WIB Budi mengaku pertama kali mengetahui kebakaran bukan karena melihat kobaran api, melainkan setelah mendengar dua kali suara ledakan keras yang disusul bau hangus menyengat masuk ke dalam rumahnya.
"Saya awalnya mencium bau hangus dari dalam rumah. Pas keluar, terdengar ledakan seperti suara petasan ternyata asap hitam sudah membumbung tinggi dari rumah tetangga," ujar Budi kepada Bangkapos Selasa (4/8/2026).
Melihat kobaran api yang semakin membesar, warga sekitar berusaha memberikan pertolongan. Sejumlah orang berlarian membawa ember dan berbagai wadah berisi air untuk mencoba memadamkan api.
Namun, upaya tersebut tidak dapat dilakukan secara maksimal karena terdengar dua kali suara ledakan cukup keras dari dalam rumah.
"Warga panik. Ada yang mau menyiram api, tapi takut karena terdengar suara ledakan sampai dua kali dan suaranya cukup besar," katanya.
Menurut Budi, warga akhirnya memilih menjaga jarak sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.
“Ada yang menelpon damkar, ada yang video ada yang teriak teriak jadi cukup tegang,” katanya.
Sekitar 20 menit kemudian, armada pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan penyemprotan ke titik api yang saat itu telah diselimuti asap tebal.
"Kurang lebih kami menunggu sekitar 20 menit sampai pemadam datang. Setelah itu sekitar 15 menit api berhasil dipadamkan," ujarnya.
Budi mengatakan, titik api diduga berasal dari area garasi rumah. Namun saat warga pertama kali melihatnya, seluruh bagian garasi sudah tertutup asap pekat sehingga sulit mengetahui benda apa saja yang terbakar.
"Api terlihat dari arah garasi, tapi sudah tertutup asap semua, jadi tidak kelihatan apa saja yang terbakar di dalam," katanya.
Saat kejadian, pemilik rumah yang merupakan wanita diketahui hanya seorang diri berada di rumah. Kondisinya terlihat syok dan panik menyaksikan api melalap bagian garasi.
"Anaknya sedang sekolah, sementara suaminya sedang bekerja di Belitung. Jadi ibu itu sendirian di rumah saat kejadian dan terlihat sangat panik," ungkap Budi.
Ia menilai kobaran api dengan cepat membesar karena diduga terlambat diketahui oleh pemilik rumah.
"Situasinya benar-benar tegang. Mungkin karena api baru diketahui setelah sudah membesar, jadi saat warga melihat kondisinya sudah cukup parah," katanya.
Sebuah mobil bermerek KIA berwarna putih tampak hangus terbakar pada bagian depan hingga ruang mesin dan sebagian interior.
Tepat di sampingnya, sebuah sepeda motor matic hanya tersisa rangka berwarna hitam akibat dilalap api. kemudian beberapa peralatan dapur hangus
Sementara itu, bagian utama rumah tidak mengalami kerusakan yang berarti. Dinding bangunan masih berdiri utuh dan tidak terlihat bekas kobaran api menjalar ke bagian dalam rumah.
Kebakaran tampak terkonsentrasi di area garasi yang berada di sisi samping bangunan.
Penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Pemilik rumah belum dapat memberikan keterangan karena masih dalam kondisi syok pascakejadian.
Sementara dirumah tersebut hingga sore hari satu per satu orang datang mengendarai sepeda motor untuk melihat kondisi pemilik rumah.
Mereka bergantian masuk memberikan pelukan, menenangkan, dan menguatkan sang ibu yang terduduk lemah setelah menyaksikan kobaran api melalap garasi rumahnya. (Bangkapos.com/Erlangga)