Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan masyarakat segera dapat mengakses riwayat kesehatan secara lebih lengkap melalui platform SATUSEHAT. Mulai dari hasil pemeriksaan laboratorium, tekanan darah, gula darah, hingga rekam medis dari berbagai fasilitas kesehatan akan terintegrasi dalam satu akun.
Budi mengatakan data kesehatan dari rumah sakit, laboratorium, hingga puskesmas akan terkumpul dalam satu berkas digital sehingga pasien tidak perlu lagi menyimpan hasil pemeriksaan secara terpisah.
"Data-data dari rumah sakit sudah masuk. Nanti teman-teman bisa lihat seperti melihat rekening bank. Dicek di rumah sakit A, laboratorium B, rumah sakit C, atau puskesmas D, semua data kesehatannya bisa masuk menjadi satu file di SATUSEHAT," kata Budi dalam paparan capaian Cek Kesehatan Gratis, Selasa (4/8/2026).
Menurut Budi, pengguna nantinya dapat melihat hasil pemeriksaan kesehatan secara lebih mudah, termasuk perkembangan dari waktu ke waktu.
Misalnya, hasil pemeriksaan tekanan darah, gula darah, maupun parameter kesehatan lainnya akan ditampilkan lengkap beserta grafik tren sehingga pengguna dapat mengetahui apakah kondisinya membaik atau justru memburuk.
"Jadi bisa kelihatan tekanan darahnya berapa, gulanya berapa. Begitu diklik ada tren datanya," ujarnya.
Budi berharap fitur tersebut dapat diluncurkan pada Agustus 2026. Ia menyebut konsep tampilannya telah disetujui dan akan dibuat menyerupai aplikasi pemantau kebugaran yang menampilkan perkembangan kondisi kesehatan secara berkala.
"Modelnya sudah saya setujui. Sekalian gula darah, tekanan darah, kolesterol bisa masuk. Kalau ada tren, nanti trennya juga bisa kelihatan," katanya.
Tak hanya menampilkan data, Kemenkes juga berencana menambahkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memberikan informasi awal kepada pengguna apabila ditemukan hasil pemeriksaan yang mengarah pada risiko penyakit.
"Nanti mungkin kita kasih AI sedikit. Jadi kalau misalnya hasilnya sudah tinggi, mesti ngapain saja, kapan perlu kontak dokter, nanti kita atur modelnya," jelas Budi.
Melalui integrasi data kesehatan tersebut, Budi berharap masyarakat semakin rutin memantau kondisi kesehatannya sehingga penyakit dapat dideteksi lebih dini sebelum berkembang menjadi lebih serius.
"Mudah-mudahan dengan adanya inisiatif ini, lebih banyak lagi masyarakat Indonesia yang bisa hidup sehat," pungkasnya.





