Gelar Forum Diskusi, NRI Angkat Isu Transisi Karier Ajudan Kementerian dan Lembaga Usai Purna Tugas
Muhammad Zulfikar August 04, 2026 10:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Paguyuban Narasraya Raksaka Indonesia (NRI) akan menggelar Focus Group Discussion (FGD) Nasional bertajuk "Menembus Batas Purna Tugas: Kesiapan Bisnis dan Transisi Karier Ajudan Kementerian/Lembaga" pada Sabtu (8/8/2026) di RA Suites Hotel, Jakarta Selatan.

Forum tersebut disiapkan sebagai ruang diskusi bagi komunitas ajudan dan kepala bagian protokol kementerian/lembaga untuk membahas peluang pengembangan karier setelah menyelesaikan masa pengabdian di lingkungan pemerintahan.

Baca juga: Jaksa: Ajudan Jokowi Jadi Orang Pertama yang Tahu soal Tuduhan Ijazah Palsu, Laporkan 31 Konten

Ketua Umum Narasraya Raksaka Indonesia, Suparjo, mengatakan pengalaman yang dimiliki ajudan maupun kepala bagian protokol selama bertugas merupakan modal kepemimpinan yang dapat dikembangkan pada bidang lain, termasuk kewirausahaan dan pengembangan organisasi.

Menurut Suparjo, seorang ajudan tidak hanya bertugas mendampingi pimpinan, tetapi juga ditempa dalam pengambilan keputusan, koordinasi lintas instansi, menjaga integritas, hingga menghadapi berbagai situasi strategis.

"Pengalaman mengelola pimpinan negara, membangun koordinasi lintas instansi, menjaga integritas, serta mengambil keputusan dalam situasi strategis merupakan kompetensi yang dapat menjadi bekal untuk berkiprah di bidang kewirausahaan, kepemimpinan, maupun pengembangan organisasi," ujar Suparjo dalam pesan yang diterima, Selasa (4/8/2026).

Ajudan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada era Kabinet Indonesia Bersatu I saat dijabat Boediono dan Sri Mulyani itu mengatakan, forum tersebut diharapkan menjadi wadah berbagi pengalaman sekaligus memperkuat jejaring profesional antarajudan lintas kementerian dan lembaga.

FGD Nasional itu akan menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi, akademisi, serta pelaku usaha yang memiliki pengalaman di bidang kepemimpinan, keprotokolan, pengembangan sumber daya manusia, dan kewirausahaan.

Sejumlah isu yang akan dibahas antara lain sinergi antara protokol dan ajudan, pemanfaatan modal sosial serta jejaring profesional, hingga strategi membangun usaha dan karier setelah memasuki masa purna tugas.

Baca juga: Profil 3 Purnawirawan Polri Dapat Pangkat Kehormatan dari Prabowo, Ajudan Soekarno dan Eks Ketua KPK

Selain menghasilkan pertukaran gagasan, forum tersebut juga ditargetkan melahirkan sejumlah rekomendasi strategis mengenai pembinaan karier berkelanjutan bagi komunitas ajudan di Indonesia.

Panitia menyebut peserta yang akan hadir berasal dari berbagai kementerian, lembaga negara, pemerintah provinsi, ajudan aktif, ajudan purna tugas, kepala bagian protokol, hingga pelaku usaha.

Mereka diharapkan dapat memperluas jejaring profesional sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan sumber daya manusia setelah masa pengabdian di pemerintahan berakhir.

"Ini bukan sekadar FGD. Ini adalah awal dari sebuah gerakan bersama untuk menyiapkan masa depan para ajudan dan Kabag Protokol agar tetap produktif, adaptif, dan terus memberi kontribusi bagi bangsa," demikian pernyataan panitia penyelenggara.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.