SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Perumdam Among Tirto Kota Batu kini mengebut pengerjaan penyambungan jaringan pipa dari pemanfaatan sumber air di kawasan Sumber Bendo Dusun Glonggong, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur.
Proses penyambungan jaringan pipa dilakukan mulai Selasa (4/8/2026) malam.
Ini dilakukan sebagai langkah percepatan peningkatan pasokan air bersih untuk wilayah Kota Batu selatan yang selama ini masih mengalami kekurangan pasokan air bersih.
Direktur Perumdam Among Tirto Kota Batu, Achmad Yusuf, mengatakan pekerjaan yang berlangsung di Jalan Patimura merupakan kelanjutan dari rangkaian panjang pengembangan jaringan setelah sebelumnya dilakukan penandatanganan kerja sama dengan warga RW 7 Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu.
“Saat ini pembangunan jaringan memasuki tahap paling krusial, yakni menghubungkan pipa utama menuju sistem distribusi."
"Pekerjaan jaringan sudah kami kebut dan malam ini masuk proses koneksi pipa,” kata Achmad Yusuf kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (4/8/2026).
Yusuf menjelaskan, nantinya setelah seluruh jaringan tersambung, selama satu hingga dua hari ke depan, petugas akan melakukan uji coba untuk mendapatkan pengaturan debit dan tekanan air yang paling ideal agar distribusi berjalan maksimal.
Baca juga: Viral Pencurian Kentang dan Wortel di Kota Batu, Petani dan Hansip Siaga Patroli saat Malam Hari
Sehingga tahapannya tidak akan langsung mengoperasikan aliran secara penuh selama proses itu.
“Nantinya setelah pipa terkoneksi kami akan melakukan trial sekitar satu sampai dua hari terlebih dahulu."
"Proses ini kami tidak mencari debitnya, tapi setting tekanan dan aliran yang paling pas agar sumber ini bisa dimanfaatkan secara maksimal tanpa mengganggu jaringan yang sudah ada,” ujarnya.
Sementara itu terkait proses penyambungan, telah dilakukan pada hari ini dimulai sejak pukul 13.00 WIB dengan tahapan uji tekanan sebagai syarat teknis sebelum pipa benar-benar dihubungkan ke jaringan distribusi utama.
“Kami sudah memasang rambu-rambu, lampu peringatan, dan seluruh perizinan juga sudah lengkap."
"Kami juga dibantu Dishub dan kepolisian untuk pengamanan karena ada pekerjaan di badan jalan,” terangnya.
Pria yang akrab disapa Gendon itu menuturkan, pemanfaatan sumber air itu menjadi solusi untuk mengatasi dua persoalan sekaligus, yakni menambah pasokan air baku sekaligus menghapus sistem distribusi bergilir yang selama ini diterapkan di sejumlah wilayah Kecamatan Batu, khususnya Kelurahan Temas.
"Dengan pemanfaatan sumber ini kami berharap layanan bergilir di wilayah selatan bisa kami hentikan secara bertahap."
"Awalnya kami buka sekitar lima liter per detik, kemudian akan kami tambah secara berkala sampai akhirnya tidak ada lagi layanan bergilir,” jelasnya.
Pihaknya juga memastikan pelanggan di Kelurahan Temas dan kawasan sekitarnya akan menjadi wilayah yang paling merasakan manfaat setelah pasokan tambahan mulai stabil.
Selain itu juga akan mendapatkan layanan penuh karena kebutuhan debitnya sudah mulai tertutupi dari pemanfaatan sumber ini.
Sedangkan terkait aliran dari Sumber Genengan akan lebih dulu masuk ke Tandon Beji sebelum didistribusikan ke sejumlah kawasan seperti Desa Beji, Desa Mojorejo, hingga Desa Pendem.
Meski kapasitas Genengan sekarang belum dimanfaatkan sepenuhnya, pihaknya optimistis tambahan debit tersebut mampu memperbaiki kualitas layanan air bersih di wilayah Selatan Kota Batu.
“Kapasitasnya memang belum seratus persen, tetapi ini sudah menjadi langkah besar untuk mengatasi persoalan layanan di wilayah Selatan."
"Setelah proses selesai, kami akan melanjutkan tahapan pengembangan berikutnya agar suplai air terus bertambah,” pungkasnya.
Baca juga: Ada Karnaval Budaya, Pengendara dari Pacet ke Kota Batu dan Sebaliknya Harus Lewat Jalur Alternatif