Warga Bantaran Sungai Padang Diminta Tingkatkan Kewaspadaan, BMKG Prediksi Hujan Masih Berlanjut
Rahmadi August 04, 2026 10:46 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di bantaran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul prakiraan cuaca dari BMKG yang menyebut potensi hujan masih akan terjadi di Padang. 

Imbauan tersebut disampaikan Mahyeldi saat meninjau warga terdampak banjir di RT 02/RW 06, Kelurahan Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Selasa (4/8/2026). 

Dalam kunjungan itu, ia didampingi sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan meninjau langsung rumah-rumah warga serta dinding penahan sungai yang jebol.

Mahyeldi mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumbar turut berduka atas musibah banjir yang melanda Kota Padang. 

Menurutnya, Padang menjadi salah satu daerah yang mengalami dampak cukup berat dengan sekitar 15 titik banjir.

Baca juga: Banjir Lapau Munggu Ubah Aliran Sungai, Pemprov Sumbar Kerahkan Alat Berat Percepat Penanganan

"Kami turut berduka kepada masyarakat yang terdampak banjir. Hari ini kami turun langsung melihat kondisi warga dan menggerakkan dinas-dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar untuk membantu penanganan," katanya.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi BMKG, potensi hujan masih perlu diwaspadai dalam beberapa hari ke depan. Karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan keselamatan saat cuaca memburuk.

"Dari BMKG sudah diprediksi potensi hujan di Sumatera Barat masih ada dalam tiga hari ke depan. Kami mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai agar meningkatkan kewaspadaan dan segera mencari tempat yang aman apabila hujan dengan intensitas tinggi terjadi," ujarnya.

Mahyeldi juga mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri melintasi genangan atau arus yang deras karena dapat membahayakan keselamatan.

"Jangan memaksakan diri melintasi air yang tinggi. Hindari juga daerah yang rawan angin kencang, jauhi pinggiran sungai dan lokasi yang berpotensi membahayakan," katanya.

Baca juga: Perempuan Tertabrak Kereta Api di Depan Bundaran UNP Padang, Saksi Sebut Korban Mundur ke Rel

Selain memberikan imbauan, Mahyeldi memastikan pemerintah provinsi terus mempercepat penanganan di lapangan. Salah satunya dengan mengerahkan alat berat dari Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) untuk menutup aliran sungai yang berubah akibat banjir di Lapau Munggu.

Terkait status kebencanaan, Mahyeldi mengatakan hingga kini Pemerintah Provinsi Sumbar belum menetapkan status tanggap darurat karena kondisi dinilai masih dapat ditangani bersama pemerintah kabupaten dan kota.

"Saat ini yang paling penting adalah memastikan kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi. Sementara pendataan terus dilakukan agar bantuan bisa segera disalurkan," ujarnya.

Alat Berat Dikerahkan

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi bergerak cepat menangani dampak banjir yang melanda Kota Padang. 

Saat meninjau lokasi banjir di RT 02/RW 06, Kelurahan Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, Selasa (4/8/2026), Mahyeldi langsung menginstruksikan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Sumbar mengerahkan alat berat untuk menutup aliran sungai yang berubah akibat derasnya arus.

Didampingi sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Mahyeldi meninjau rumah-rumah warga yang terdampak sekaligus melihat dinding penahan sungai yang jebol.

"Kita tentu turut berduka kepada masyarakat yang terkena musibah banjir. Hari ini kami turun karena Kota Padang menjadi salah satu daerah yang mengalami dampak cukup parah," kata Mahyeldi.

Dari hasil peninjauan, ia mendapati aliran sungai berubah dari jalur semula akibat terjangan banjir. 

Baca juga: Perempuan Tertabrak Kereta Api di Depan Bundaran UNP Padang, Saksi Sebut Korban Mundur ke Rel

Kondisi itu dinilai harus segera ditangani agar tidak kembali mengancam permukiman warga.

"Pantauan kami di lokasi ini aliran sungainya sudah beralih. Insya Allah nanti PSDA akan mengirim alat berat ke sini untuk menutup aliran tersebut agar sungai kembali ke jalur sebelumnya," ujarnya.

Mahyeldi menyebut, berdasarkan laporan sementara terdapat sekitar 15 titik banjir di Kota Padang. 

Sejak malam sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sumbar telah menurunkan jajaran untuk memantau kondisi di lapangan.

"Malam tadi Pak Wakil Gubernur sudah turun, hari ini kami juga turun kembali ke tengah masyarakat dan menggerakkan dinas-dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar untuk membantu penanganan," katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menyusul prakiraan cuaca dari BMKG yang menyebut potensi hujan masih terjadi dalam tiga hari ke depan.

Baca juga: Alasan Pemko Padang Belum Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir

"Kami mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai agar meningkatkan kewaspadaan. Jika hujan dengan intensitas tinggi terjadi, segera mencari tempat yang aman. Jangan memaksakan diri melintasi genangan air yang tinggi, jauhi pinggiran sungai, serta hindari daerah yang rawan tertimpa pohon saat angin kencang," ujarnya.

Terkait status kebencanaan, Mahyeldi mengatakan Pemerintah Provinsi Sumbar hingga kini belum menetapkan status tanggap darurat. 

Menurutnya, penanganan masih dapat dilakukan dengan sumber daya yang tersedia.

"Sampai sekarang belum. Saya melihat kondisi ini masih bisa kita tangani. Pemerintah Kota Padang juga sudah bergerak, sementara pemerintah provinsi memberikan dukungan dan terus melakukan pendataan agar bantuan kepada masyarakat bisa segera disalurkan," katanya.

Mahyeldi menegaskan, fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan kebutuhan dasar warga terdampak banjir terpenuhi sembari mempercepat penanganan di titik-titik yang mengalami kerusakan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman. (*)


 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.