Serapan Gabah Bulog Tulungagung Tembus 98 Persen, Target 64.695 Ton Dipastikan Tercapai Agustus 2026
faridmukarrom August 04, 2026 10:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG – Perum Bulog Cabang Tulungagung mencatat capaian penyerapan gabah setara beras yang hampir memenuhi target tahun 2026. Hingga akhir Juli 2026, Bulog telah menyerap sebanyak 63.900 ton gabah setara beras atau sekitar 98 persen dari target yang ditetapkan sebesar 64.695 ton.

Capaian tersebut menjadi yang tercepat dalam beberapa tahun terakhir. Bulog optimistis target penyerapan gabah tahun 2026 dapat terpenuhi pada Agustus ini, bahkan berpotensi melampaui target hingga 110 persen.

Pemimpin Bulog Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, mengatakan pihaknya hanya membutuhkan tambahan sekitar 600 hingga 700 ton gabah setara beras untuk mencapai target penuh.

“Sampai Juli 2026, kami sudah menyerap 63.900 ton gabah setara beras, itu sekitar 98 persen. Agustus kita kurang 600 ton sampai 700 ton sudah tercapai 100 persen,” ujar Yonas Haryadi Kurniawan, Selasa (4/8/2026).

Menurut Yonas, kecepatan serapan gabah tahun ini jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pada 2025, hingga September, Bulog Tulungagung baru menyerap sekitar 42.000 ton gabah setara beras.

Baca juga: Maling Kotak Amal Masjid Al Huda Trenggalek Masih Berkeliaran, Uang Rp 5 Juta Raib Terekam CCTV

Sementara pada 2026, hingga Juli saja angka serapan telah mencapai 63.900 ton.

“Capaiannya lebih cepat, bahkan di Bulan Juli saja hampir dua kali lipat September tahun lalu,” tegasnya.
Tingginya serapan tersebut membuat kapasitas gudang Bulog tidak lagi mencukupi untuk menampung seluruh stok beras hasil pengadaan. Untuk mengatasi hal itu, Bulog menyewa enam gudang tambahan milik pihak swasta.

“Gudang induk kami tidak muat untuk menampung semua serapan. Kami menyewa 6 gudang dari pihak swasta,” sambung Yonas.
Stok Beras Bulog Tulungagung Aman untuk 12 Bulan
Dengan jumlah serapan yang besar, Bulog memastikan stok beras di wilayah kerjanya dalam kondisi aman. Persediaan yang tersedia diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan hingga 12 bulan ke depan.

Stok tersebut tidak hanya digunakan untuk kebutuhan lokal, tetapi juga mendukung berbagai program pemerintah seperti Bantuan Pangan (Bapang) dan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Selain itu, Bulog Tulungagung juga turut mendukung distribusi pangan nasional dengan mengirimkan beras ke sejumlah wilayah Indonesia Timur.

“Selain itu jagung, juga sudah kami salurkan 8.000 ton,” ungkapnya.
Yonas menjelaskan, hingga saat ini pihaknya telah mengirim sekitar 2.000 ton beras ke Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Saat ini juga masih berlangsung proses pengiriman tambahan sebanyak 500 ton.

Penyaluran Beras SPHP Lampaui Target
Tak hanya serapan gabah, penyaluran beras SPHP juga menunjukkan capaian positif. Hingga awal Agustus 2026, Bulog Tulungagung telah menyalurkan sekitar 8.000 ton beras SPHP atau mencapai 106 persen dari target yang ditetapkan.

Program SPHP menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga stabilitas harga beras di tengah tingginya harga gabah dan beras di pasaran.

Menurut Yonas, harga gabah yang tinggi di tingkat petani turut mendorong kenaikan harga beras. Karena itu, kehadiran beras SPHP sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat.

“SPHP ini pilihan masyarakat. Yang tidak bisa beli harga tinggi, ada beras SPHP,” tandasnya.

(David Yohanes/Tribunmataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.