Laporan Wartawan TribunBanten.com Ade Feri Anggriawan
TRIBUNBANTEN.COM, TANGSEL- Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Pilar Saga Ichsan, meminta seluruh kelurahan di wilayahnya memiliki program Pos Gizi sebagai upaya mempercepat penanganan stunting.
Pilar mengatakan, Pos Gizi menjadi salah satu program unggulan Pemkot Tangerang Selatan dalam upaya menekan angka stunting.
Program tersebut, lanjut dia, difokuskan pada pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita selama 1.000 hari pertama kehidupan.
Baca juga: Fokus Atasi Sampah, Pemkot Tangsel Tunda Penataan Bundaran Maruga
"Kami mendorong program Pos Gizi di masing-masing kelurahan. Insyaallah pada 2026 ini kita terus dorong," ujar Pilar, saat menghadiri lomba posyandu di Kelurahan Pondok Jagung, Kecamatan Serpong Utara, Selasa (4/8/2026).
"Jadi saya titipkan kepada Pak Camat agar seluruh kelurahan mengeluarkan anggaran terkait Pos Gizi," tambahnya.
Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bahwa Pos Gizi merupakan program yang telah dijalankan Pemkot Tangsel untuk mendukung penanganan stunting melalui pemberian makanan bergizi sekaligus edukasi kepada masyarakat.
Meski saat ini pemerintah pusat telah memiliki program Makan Bergizi Gratis (MBG), Pilar menegaskan, Pos Gizi tetap menjadi program yang dipertahankan oleh Pemkot Tangsel.
"Pos Gizi ini adalah program penanganan stunting. Kalau dulu masih Pos Gizi, kalau sekarang mungkin dari pemerintah pusat sudah ada MBG, tapi yang dimiliki oleh Pemkot Tangsel itu namanya Pos Gizi," jelasnya.
Pilar lantas mengungkapkan, bahwa bantuan yang diberikan melalui Pos Gizi bukan hanya berupa makanan, tetapi juga edukasi mengenai pola konsumsi sehat bagi keluarga.
Menurutnya, edukasi tersebut penting agar masyarakat tidak hanya mengandalkan makanan instan, melainkan mulai membiasakan mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
"Itu untuk memberikan stimulan bagi ibu-ibu hamil dan juga menyusui supaya mereka mendapatkan gizi yang cukup," kata Pilar.
"Memang tidak dengan nasinya, tapi lauknya. Kita masak di situ dan kita juga memberikan pengajaran kepada ibu-ibu supaya mereka tahu bagaimana cara masak yang baik, masakan yang sehat," jelasnya.
Pilar berharap, program tersebut dapat berjalan di seluruh kelurahan se-Tangerang Selatan, sehingga semakin banyak ibu hamil dan ibu menyusui yang memperoleh asupan gizi yang memadai.
"Jadi ibu-ibunya tidak hanya masak Indomie lagi, Indomie lagi. Tapi masakan yang sehat. Itu didampingi oleh PKK dan kader kesehatan Posyandu," pungkasnya.