Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin
TRIBUNPRIANGAN.COM, KABUPATEN TASIKMALAYA - Ratusan pelajar SMP Negeri 1 Rajapolah mengikuti pembekalan dan edukasi Anti-Bullying, yang dilakukan oleh KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (4/8/2026).
Adapun upaya ini dilakukan dengan sasaran utama siswa baru terkait bahaya serta cara mencegah tindakan perundungan di lingkungan sekolah.
"Jadi pencegahan perundungan tidak hanya menyasar peserta didik, tetapi juga para guru. Karena itu, pihaknya menggandeng KPAID Kabupaten Tasikmalaya untuk memberikan pemahaman secara utuh terkait perundungan di lingkungan sekolah," kata Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Rajapolah Ucu Karni kepada TribunPriangan.com,
Ucu menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh peserta didik.
"Guru harus tahu bagaimana cara mengatasi dan mencari solusinya. Kebetulan sekarang ada siswa baru, tentu saja lingkungannya berbeda dan ini perlu dibekali," jelas Ucu.
Baca juga: Didesak Kosongkan Gedung, Ratusan Guru PGRI Cisayong Tasik Siap Gelar Aksi
Alasan digelarnya sosialisasi ini, karena perkembangan media sosial sangat pesat dengan sasaran usia produktif. Bahkan kerap terjadi tingkat SMP maupun SMA.
"Peserta didik SMP berada pada usia perkembangan yang sangat pesat, baik dari sisi sosial maupun emosional. Jadi kita ingin menciptakan lingkungan sekolah yang ramah anak dan mampu mengatasi bullying," pungkasnya.
Senada dikatakan Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto mengungkapkan, kasus kekerasan terhadap anak masih menjadi persoalan yang memerlukan perhatian serius berbagai pihak.
Berdasarkan data yang dihimpun KPAID, dalam enam bulan terakhir tercatat sekitar 47 kasus yang ditangani, dengan dominasi kasus kekerasan seksual terhadap anak.
"Bullying itu bisa dihilangkan dengan dua cara, lawan atau dilaporkan itu yang kami tekankan, dan menanamkan keberanian melaporkan," tegas Ato.
Bahkan ia menilai, siswa yang baru memasuki jenjang SMP tengah berada dalam masa transisi menuju remaja.
Pada fase ini, mereka mengalami perubahan fisik, biologis, dan psikologis yang cukup signifikan.
"Sosialisasi ini sebagai langkah awal, minimal mereka bisa mengetahui seperti apa jenis bullying, dan mampu mendeteksi sedini mungkin sebelum terjadi," kata Ato. (*)