Ivan Gunawan Sulap Batik Madura Jadi Busana Modern, Fadli Zon: Fashion Designer Hilirisasi Budaya
Wahyu Aji August 05, 2026 05:38 AM

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Alivio Mubarak Junior

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia memberikan dukungan penuh terhadap gelaran pameran instalasi mode dan perjalanan visual karya desainer papan atas Ivan Gunawan bertajuk Nusanova 2.0 Sekar Jagat.

Pameran yang merayakan keindahan dan keanekaragaman wastra Nusantara tersebut dibuka langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, di D Gallerie, Jakarta, pada Senin (3/8/2026).

Acara tersebut berlangsung selama lima hari, mulai 3 hingga 7 Agustus 2026.

Adapun wastra yang dipamerkan dalam ajang ini mengangkat inspirasi utama dari Batik Sekar Jagat khas Pamekasan, Madura. 

Koleksi ini mengeksplorasi karakter batik Madura yang dikenal berani (bold), kaya akan warna, serta memiliki identitas visual yang sangat kuat.

Di tangan Ivan Gunawan, batik khas Madura tak lagi diposisikan sebatas busana formal biasa.

Batik tersebut berhasil ditransformasikan menjadi karya mode modern dengan siluet yang tegas, feminin, hingga berkarakter edgy yang sangat layak tampil di panggung bergengsi *red carpet* internasional.

Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan batik dan wastra Nusantara kini telah berkembang menjadi ekosistem ekonomi dan industri budaya yang menjanjikan.

Fadli Zon menyoroti pentingnya peran perancang busana sebagai ujung tombak dalam melakukan hilirisasi budaya ke kancah global.

"Budaya berada di hulu, lalu ekonomi kreatif, pariwisata, dan lain-lain berada di hilir. Kita juga perlu untuk melakukan hilirisasi budaya kita, salah satunya adalah melalui tangan-tangan para fashion designer kita," kata Menbud Fadli Zon dalam keterangannya.

Ia menambahkan, keterlibatan desainer lokal menjadi kunci agar kain tradisional Indonesia dapat dikenal luas di tengah peradaban dunia.

"Para fashion designer bisa membawa wastra kita, termasuk batik, di tengah-tengah peradaban dunia," imbuhnya.

Menbud juga mengapresiasi komitmen Ivan Gunawan yang konsisten merangkul para perajin, pembatik lokal, serta komunitas kebudayaan. 

Ia berharap langkah Ivan dapat menginspirasi para desainer lain untuk terus berkolaborasi, termasuk dengan desainer internasional, guna mengakselerasi promosi wastra Indonesia di level global.

Ivan Gunawan Gratiskan Pameran Demi Edukasi Generasi Muda

Sementara itu, perancang busana Ivan Gunawan mengungkapkan alasan utama di balik penyelenggaraan pameran ini. 

Ia menegaskan ingin membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat umum, khususnya generasi muda dan pelajar di bidang mode.

"Sebagai perancang busana, saya tidak ingin karya saya selalu menjadi sesuatu yang eksklusif," kata Ivan Gunawan.

Pria yang akrab disapa Igun ini berharap karya seni dan wastra yang ia tampilkan bisa dinikmati dari dekat serta menjadi sumber inspirasi bagi anak-anak muda yang sedang menimba ilmu fesyen.

"Saya ingin masyarakat Indonesia, pecinta kain dan wastra, serta generasi muda, khususnya anak-anak sekolah mode, dapat melihat karya ini dari dekat dan mendapatkan inspirasi. Saya ingin menunjukkan bahwa fesyen juga memiliki peran dalam pendidikan dan kebudayaan," jelasnya.

Oleh karena itu, pameran Nusanova 2.0 ini dibuka secara gratis tanpa dipungut biaya agar siapa saja bisa datang untuk melihat, belajar, dan mengagumi kekayaan budaya Nusantara.

Acara pembukaan pameran ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat teras Kementerian Kebudayaan yang mendampingi Menbud Fadli Zon.

Baca juga: Aksi Sosialnya Dituding Pencitraan, Ivan Gunawan: Bukan untuk Pamer, tapi Mengajak Kebaikan

Di antaranya hadir Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo; Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra; serta Kepala Museum dan Cagar Budaya Indira Estiyanti Nurjadin.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.