Maskapai Qantas mencatatkan rekor baru dengan menyelesaikan penerbangan komersial terlama di dunia. Lamanya hingga 24 jam nonstop.
Pesawat Airbus A350-1000ULR milik maskapai asal Australia itu terbang nonstop selama 24 jam 24 menit dari Melbourne menuju Toulouse, Prancis.
Penerbangan yang mendarat pada Selasa minggu lalu itu merupakan bagian dari Project Sunrise, program Qantas untuk menghadirkan layanan penerbangan nonstop dari Australia ke London menggunakan Airbus A350-1000ULR.
Selama penerbangan, pesawat menempuh jarak sekitar 23.075 kilometer. Rute tersebut melintasi Samudra Pasifik dan Samudra Atlantik tanpa melakukan pendaratan sebelum akhirnya tiba di fasilitas Airbus di Toulouse, Prancis.
Dikutip dari , Rabu (5/8/2026) pihak Airbus menjelaskan pesawat yang digunakan merupakan A350-1000ULR versi modifikasi yang dilengkapi tangki bahan bakar tambahan. Sejak Juni 2026, pesawat itu menjalani serangkaian uji terbang selama dua bulan sebelum nantinya diserahkan kepada Qantas.
Dengan durasi terbang 24 jam 24 menit, penerbangan tersebut diyakini menjadi yang terlama dalam sejarah penerbangan komersial. Rekor sebelumnya dipegang Boeing 777-200LR yang terbang selama 22 jam 42 menit pada 2005 dalam rute Hong Kong-London melalui Samudra Pasifik.
Sebelumnya, Airbus juga telah menguji pesawat yang sama pada pekan lalu. Saat itu, A350-1000ULR terbang dari Toulouse ke Melbourne melalui Samudra Hindia dalam waktu sedikit lebih dari 19 jam.
Penerbangan tersebut juga menarik perhatian publik. Platform pelacak penerbangan, Flightradar24, mencatat lebih dari 3,6 juta orang mengikuti perjalanan pesawat itu secara langsung. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak kedua dalam sejarah Flightradar24 setelah penerbangan yang membawa peti jenazah Ratu Elizabeth II pada 2022.
Qantas telah memesan 12 unit Airbus A350-1000ULR yang dimodifikasi khusus untuk melayani rute nonstop dari pesisir timur Australia menuju London dan New York.
Armada itu dirancang memangkas perjalanan yang sebelumnya membutuhkan beberapa kali transit menjadi penerbangan langsung selama sekitar 19 hingga 21 jam, bergantung pada rute dan kondisi angin.
Pesawat pertama dijadwalkan diterima Qantas pada April 2027. Selain memiliki kapasitas 238 penumpang, pesawat tersebut juga membawa tambahan 20 ribu liter bahan bakar agar mampu menempuh rute jarak ultra-jauh.
Qantas menargetkan penerbangan nonstop Sydney-London mulai beroperasi setiap hari pada Oktober 2027. Jika terealisasi, layanan itu akan menjadi salah satu penerbangan langsung terpanjang di dunia dan mengubah cara perjalanan antara Australia dan Eropa.





