Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kepastian nasib Abdul Manan belum diketahui meski operasi SAR khusus kedaruratan sudah resmi ditutup pada Selasa (4/8/2026).
Abdul Manan diketahui bekerja sebagai koki atau kru KMP Mutiara Sentosa 2.
Baca juga: Awal Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 Versi Perusahaan Terungkap, Api Muncul dari Buritan Kapal
Kerabatnya, Anton masih menunggu kepastian nasib Abdul Manan.
Berbagai upaya telah dilakukannya, namun hasilnya masih nihil.
Padahal ia sudah mengecek daftar di rumah sakit, mendatangi posko, hingga berkoordinasi dengan perusahaan tempat kerabatnya bekerja.
"Dia koki katering di kapal. Setelah dicari enggak ada, sudah dikonfirmasi," ungkap Anton di sela mencari kepastian korban evakuasi kapal di Posko Terpadu Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Selasa (4/8/2026).
"Tadi waktu masuk sudah tanya, jawabannya berusaha dicari sama petugas. Dia kru kapal," imbuhnya.
Ia mengatakan, tidak ada komunikasi terakhir dengan saudaranya tersebut.
Namun, korban disebut menginformasikan saat pemuatan kapal.
Hingga kini, pihaknya juga masih berkoordinasi dengan perusahaan dan tengah bersama-sama mencari kepastian keberadaan korban.
"Waktu evakuasi kan enggak ada yang bisa dihubungi, semua HP mati semua," ucapnya.
Namun, ia meyakini bahwa kerabatnya merupakan korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di perairan Sumenep pada Minggu (2/8/2026).
Ia melihat video yang beredar di media sosial, menunjukkan Abdul Manan tengah berada di kapal menggunakan pelampung.
"Saya lihat di TikTok (pakai life jacket). Ini kan sama temennya waktu terjun ke laut, nah, dia terpisah," ujarnya.
Ia memastikan korban berada di kapal, namun hingga saat ini belum diketahui keberadaannya.
Abdul Manan disebut tidak ada dalam rombongan 62 korban selamat yang tiba di Surabaya menggunakan KN Masalembu, Selasa (4/8/2026).
Pihaknya juga memastikan nama tersebut tidak ada di rumah sakit maupun korban meninggal.
"Enggak ada, di Rumah Sakit juga enggak ada," sebut Anton.
Saat ini, Basarnas resmi menghentikan operasi kedaruratan KMP Mutiara Sentosa 2 dan menggantinya dengan operasi rutin.
Namun, pihak keluarga berharap, korban masih bisa ditemukan dalam kondisi apapun.
"Berharap bisa ditemukan dalam kondisi apapun. Ini saya enggak bisa komentar ya, soalnya ini (tanggapan Basarnas tutup operasi SAR) saudara saya belum ketemu," ucapnya.