Nyaris Sepekan Dianggap Sampah, Karung Berisi Jasad di Depok Baru Terungkap Seusai Dibakar Warga
taryono August 05, 2026 10:19 AM

Tribunlampung.co.id, Depok - Warga Jalan Raya Kavling, Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, tak menyangka tumpukan karung beras yang telah diabaikan sejak 24 Juli 2026 ternyata menyimpan misteri kematian yang mengerikan. 

Baca juga: Cabai Hijau Tembus Rp38 Ribu, Pedagang Bumbu Metro Keluhkan Untung Makin Tipis

Karung yang semula dikira hanya tumpukan sampah biasa di area jalan buntu dan lahan sengketa tersebut, mendadak menggemparkan warga pada Selasa (4/8/2026) setelah terbukti berisi jasad seorang pria tanpa kaki dalam kondisi mengenaskan dan membusuk.

Kecurigaan warga baru muncul ketika bau menyengat mulai tercium kuat dari area sekitar. Seorang warga yang berniat membersihkan lingkungan lantas membakar tumpukan sampah tersebut bersama karung yang mencurigakan itu.

"Pas dibakar dan dibalik, barulah keluar organ tubuh, awalnya bagian tangan dan pangkal paha. Wah, berarti sudah fix mayat," ungkap Ketua RW 017 Pancoran Mas, Abdullah Faiq, saat ditemui di lokasi kejadian. 

Faiq juga memastikan bahwa korban bukan merupakan warga setempat lantaran tidak ada laporan orang hilang sejak tanggal karung tersebut pertama kali terlihat.

Akibat kondisi jenazah yang sudah membengkak dan rusak, Tim Inafis menghadapi kendala berat dalam proses identifikasi awal. 

Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Made Gede Oka Utama, menjelaskan bahwa sidik jari korban sudah sulit diambil karena cairan tubuh yang hilang, sehingga pihak kepolisian harus mencari alternatif lain.

"Tadi keterangan dari Inafis, sidik jarinya pun agak sulit karena sudah tidak ada darahnya dan membengkak. Wajahnya juga sulit diidentifikasi. Kemungkinan identifikasi nanti melalui pemeriksaan medis gigi," jelas Faiq menerangkan hasil koordinasi di lapangan.

Sementara itu, pihak kepolisian terus mendalami kasus ini dan membenarkan bahwa jasad ditemukan dalam kondisi tidak utuh. Bagian bawah tubuh korban, termasuk paha dan kaki, sama sekali tidak ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP).

"Dapat kami sampaikan sebagian tubuh dari korban itu tidak ditemukan di TKP. Namun kami masih melakukan penyelidikan," tegas AKBP Made Gede Oka Utama. 

Guna mengungkap penyebab pasti kematian sekaligus mempermudah proses identifikasi identitas maupun usia korban, jenazah telah dievakuasi secara intensif ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk menjalani autopsi forensik.

Sumber: WartaKotalive.com

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.