TRIBUNWOW.COM – Fakta baru terungkap dalam kasus meninggalnya Sumarna, satpam yang ditemukan tewas di Waduk Jatiluhur, Purwakarta. Rekan kerja almarhum mengungkap Sumarna diduga memiliki pinjaman dengan total lebih dari Rp20 juta, sementara sang istri mengaku tidak mengetahui penggunaan uang tersebut.
Hal itu terungkap dalam tayangan YouTube Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada Sabtu (1/8/2026), yang menghadirkan istri Sumarna, Siti Maryam, serta salah satu rekan kerjanya.
Rekan kerja Sumarna mengatakan, selain bekerja sebagai satpam, almarhum juga mengambil pekerjaan sampingan sebagai kuli bangunan. Keduanya cukup dekat karena Sumarna sering membantu proyek pembangunan di rumahnya pada malam hari atau saat libur kerja.
"Dia sering membantu pekerjaan bangunan di rumah saya. Biasanya malam hari atau saat libur kerja," ujarnya.
Saat terakhir kali bekerja, Sumarna diketahui tengah membangun dapur di rumah rekannya. Ia disebut mulai mengerjakan proyek tersebut sejak Februari 2026.
Dalam kesempatan itu, rekan kerja Sumarna mengungkap bahwa almarhum beberapa kali mengajukan pinjaman melalui layanan pinjaman daring menggunakan akun miliknya.
"Pertama kali pinjam Desember Rp5 juta. Saya kurang tahu dipakai untuk apa, hanya bilang ada keperluan," katanya.
Pinjaman pertama dicicil selama tiga bulan hingga lunas. Setelah itu, Sumarna kembali mengajukan pinjaman baru karena riwayat pembayarannya dinilai lancar.
Menurut rekannya, jika seluruh pinjaman dan uang yang pernah dipinjam dihitung, totalnya diperkirakan melebihi Rp20 juta.
Baca juga: 2 Foto Terakhir Sumarna Jadi Sorotan, Dedi Mulyadi Curiga Pembunuh Satpam Jatiluhur Orang Dekat
"Kalau dihitung semuanya, kemungkinan lebih dari Rp20 juta," ujarnya.
Selain pinjaman utama, Sumarna juga beberapa kali meminta uang untuk membeli token listrik maupun kasbon.
Sementara itu, Siti Maryam mengaku tidak mengetahui ke mana uang pinjaman tersebut digunakan.
"Enggak tahu, dia tidak pernah cerita," kata Maryam.
Maryam mengetahui suaminya memiliki pekerjaan sampingan. Namun, Sumarna hanya mengatakan dirinya bekerja di tempat seseorang bernama Ayep.
Menurut Maryam, penghasilan dari pekerjaan tambahan maupun dana pinjaman tidak pernah diserahkan seluruhnya kepadanya. Sumarna lebih sering membawa kebutuhan rumah tangga atau jajanan untuk anak.
"Kalau bawa uang paling sedikit. Biasanya lebih banyak membawa belanjaan atau jajanan anak," ujarnya.
Menanggapi temuan tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai kondisi keuangan Sumarna perlu ditelusuri lebih lanjut sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Menurut Dedi, Sumarna memiliki gaji sekitar Rp4 juta per bulan sebagai satpam, ditambah penghasilan dari pekerjaan sampingan dan dana pinjaman. Namun, aliran dana tersebut belum diketahui secara pasti.
"Ada uang pinjaman, ada penghasilan tambahan, tetapi tidak diserahkan kepada istri. Ini bisa menjadi bagian yang perlu ditelusuri dalam penyelidikan," kata Dedi.
Dedi menilai penelusuran terhadap aliran dana tersebut dapat menjadi salah satu petunjuk untuk mengungkap penyebab kematian Sumarna.
(*)