TRIBUNAMBON.COM - Tercatat sebanyak 80 siswa di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua terpaksa dirujuk ke sejumlah fasilitas kesehatan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Hal itu lantaran adanya keluhan mual, pusing, hingga badan lemas secara bersamaan.
Berdasarkan data di lapangan, distribusi pasien tersebar di beberapa titik layanan medis, di antaranya 43 pasien di RSUD Yowari, 10 pasien di Puskesmas Harapan, 11 pasien di Puskesmas Sentani, 11 pasien di Puskesmas Waibu, serta 5 pasien di RSUP Jayapura.
Akibat lonjakan pasien yang terus berdatangan, daya tampung RSUD Yowari dilaporkan tidak mampu lagi menampung ruang perawatan utama.
Pihak rumah sakit bahkan terpaksa mendirikan tenda darurat di halaman luar guna mempercepat penanganan medis bagi para korban.
Baca juga: Maluku Masuk Kategori Waspada Kekeringan, Ini Imbauan BMKG
Baca juga: Bupati Fachri Pastikan Penanganan Kekeringan dan Karhutla di SBT Tak Terkendala Anggaran
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Anton Mote, menegaskan penanganan pasien saat ini diterapkan dengan sistem triase untuk memprioritaskan kondisi kegawatan.
"Seluruh layanan Unit Gawat Darurat (UGD) dioptimalkan. Delapan puskesmas di sekitar Kota Sentani juga kami aktifkan untuk membantu," kata Anton, Rabu (5/8/2026).
Pihak Dinkes juga terus berkoordinasi dengan Rumah Sakit Dian Harapan dan Rumah Sakit Kementerian Kesehatan untuk penanganan lanjutan bagi pasien yang membutuhkan perawatan spesialis.
Terkait data pasti total korban, Anton mengaku pihaknya belum dapat membeberkan angka final karena proses evakuasi dan rujukan masih berlanjut.
"Sampai saat ini kami belum bisa menyampaikan jumlah pasti karena pasien masih berdatangan. Fokus utama kami saat ini adalah penyelamatan korban," pungkasnya.(*)