Jakarta (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) mengatakan, bantuan logistik kemanusiaan dari Community Chest of Korea dan Samsung yang disalurkan melalui Palang Merah Korea memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana di berbagai wilayah Indonesia.
Sekretaris Jenderal PMI A.M. Fachir mengatakan di Jakarta, Rabu, bahwa bantuan yang diterima secara bertahap selama periode Juni-Juli ini berupa 3.800 lembar terpal, 3.800 matras, 3.800 paket hygiene kit, dan 3.800 selimut. Seluruh bantuan akan digunakan sebagai replenishment atau pengisian kembali stok gudang logistik PMI.
"Barang-barang tersebut telah didistribusikan ke Gudang Logistik PMI di Jakarta, Gudang Regional PMI di Serang, Gresik, Padang, dan Semarang, serta Gudang Sub Regional PMI di Batam, Gorontalo, Manado, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur," ujarnya.
Dengan tersedianya stok logistik di berbagai wilayah, PMI dapat memberikan respons yang lebih cepat ketika terjadi bencana maupun keadaan darurat.
"Pengisian kembali stok gudang merupakan bagian penting untuk memastikan bantuan kemanusiaan selalu siap disalurkan kapan pun dibutuhkan," katanya.
Head of International Cooperation team Palang Merah Korea Yoonjung Chang menyampaikan kemitraan dengan PMI dilakukan untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana di wilayah Indonesia.
"Melalui dukungan dari Samsung dan Community Chest of Korea, kami berharap bantuan ini dapat memperkuat kapasitas kesiapsiagaan PMI dalam melayani masyarakat yang terdampak bencana," kata Yoonjung.
Pihaknya optimistis kesiapsiagaan yang baik akan memungkinkan respons yang lebih cepat, sehingga bantuan dapat menjangkau masyarakat pada saat yang paling dibutuhkan."
Dia menyebutkan, sebagian bantuan tersebut telah dimanfaatkan untuk mendukung respons PMI terhadap kebakaran yang dipicu oleh kekeringan akibat fenomena El Niño di Kabupaten Sukabumi.
Penggunaan awal tersebut menunjukkan pentingnya ketersediaan stok logistik yang memadai agar PMI dapat segera memberikan bantuan kepada masyarakat saat terjadi keadaan darurat.
"Kerja sama replenishment ini akan berlanjut hingga tahun 2027," katanya.





