Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah - Pemerintah Kampung (Pemkam) Sakti Buana, Kecamatan Seputih Banyak, Kabupaten Lampung Tengah, melakukan perataan dan perbaikan jalan usaha tani sepanjang 9 kilometer guna memperlancar aktivitas pertanian warga, terutama dalam mendukung distribusi hasil panen.
Baca juga: Kejati Lampung Pastikan Penanganan Perkara Arinal Djunaidi Sesuai Aturan
Perbaikan akses pertanian tersebut dilakukan karena kondisi jalan sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah berupa lubang dan permukaan bergelombang akibat intensitas hujan pada musim sebelumnya.
Kepala Kampung Sakti Buana I Komang Widastra mengatakan, pembenahan infrastruktur tersebut memanfaatkan alokasi anggaran Program Ketahanan Pangan Tahun 2026.
Menurutnya, pengerjaan sengaja dilaksanakan pada musim kemarau agar hasil perbaikan lebih maksimal. Kondisi tanah yang lebih kering dan padat memungkinkan penggunaan alat berat scraper bekerja secara optimal.
"Pekerjaan dilakukan pada musim kemarau karena kondisi tanah lebih keras, sehingga pengerjaan menggunakan alat berat scraper dapat maksimal," ujar I Komang Widastra, Rabu (5/8/2026).
Ia menjelaskan, perbaikan jalan usaha tani tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah kampung dalam mendukung sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat setempat.
Widastra menambahkan, petani di Kampung Sakti Buana menerapkan pola tanam hortikultura sepanjang tahun. Aktivitas bercocok tanam tetap berlangsung meski memasuki musim kemarau dengan memanfaatkan pompa air untuk memenuhi kebutuhan pengairan.
Salah seorang petani Kampung Sakti Buana, Wayan Balik, mengaku terbantu dengan adanya perbaikan akses menuju lahan pertanian tersebut.
Menurut Wayan, perataan dan pembersihan jalan membuat perjalanan menuju area pertanian menjadi lebih mudah, termasuk saat mengangkut hasil panen.
"Jika jalan dibersihkan dan diratakan, mobilisasi saat mengangkut dan mengeluarkan hasil panen menjadi lebih efisien," kata Wayan.
Ia berharap program perbaikan jalan usaha tani dapat dilakukan secara berkala setiap tahun agar kualitas akses tetap terjaga.
Menurutnya, ruas jalan tersebut kerap mengalami kerusakan saat musim hujan sehingga menghambat mobilitas petani.
"Saat musim hujan jalanan sering ambles dan licin. Kendaraan yang melintas bisa tergelincir, bahkan hampir terguling. Karena itu, musim kemarau memang waktu paling tepat untuk pembenahan," ujarnya.
(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)