SURYA.co.id, BANYUWANGI – Suasana di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, tampak berbeda setelah kebijakan sterilisasi diberlakukan, Rabu (5/8/2026).
Kini, setiap orang yang masuk ke kawasan pelabuhan wajib terdata dan teridentifikasi, mulai dari penumpang, pekerja, pedagang, hingga tamu, sebagai bagian dari upaya meningkatkan keamanan dan keselamatan penyeberangan.
Program sterilisasi mulai diterapkan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, dan Pelabuhan Gilimanuk, Bali, sejak Selasa (4/8/2026).
Pada hari kedua pelaksanaannya, Rabu (5/8/2026), aktivitas di kawasan pelabuhan terlihat lebih tertib dibandingkan sebelumnya.
Baca juga: Aturan Baru ASDP Diberlakukan di Ketapang-Gilimanuk, Keselamatan Jadi Prioritas Utama
Petugas keamanan berjaga di pintu masuk untuk memeriksa setiap orang yang hendak memasuki area pelabuhan.
Pengunjung diwajibkan mengisi data diri sebelum mendapatkan kartu identitas (ID card) tamu.
Sementara itu, para pedagang asongan yang beraktivitas di dalam kawasan pelabuhan kini mengenakan rompi kuning sebagai tanda pengenal sehingga lebih mudah diidentifikasi.
Direktur Operasi dan Transformasi PT ASDP Indonesia Ferry, Rio Lasse, mengatakan kebijakan sterilisasi bertujuan menciptakan pelabuhan yang lebih aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa.
"Yang pasti setiap individu dan setiap instansi yang berada di dalam pelabuhan harus terdata. Jadi kawasan pelabuhan benar-benar steril dan setiap orang dapat teridentifikasi," ujar Rio di Banyuwangi.
Menurutnya, pendataan menyeluruh akan memperkuat aspek keselamatan karena seluruh pihak yang berada di area pelabuhan dapat diketahui identitas dan kepentingannya.
Sterilisasi juga diterapkan terhadap pengguna jasa penyeberangan. ASDP memastikan hanya calon penumpang yang namanya tercantum dalam tiket dan manifest yang dapat memasuki area pelabuhan.
"Saat penumpang naik ke kapal, data pada tiket harus sesuai dengan manifest. Dengan begitu, aspek keselamatan sudah kami mulai sejak dari pelabuhan," jelas Rio.
Karena itu, ASDP juga meminta seluruh agen penjualan tiket mematuhi aturan dengan memasukkan data calon penumpang sesuai identitas resmi.
Rio menyebut penerapan sterilisasi mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Selain menerapkan aturan baru, ASDP juga terus melakukan sosialisasi kepada para pekerja dan pelaku usaha yang beraktivitas di lingkungan pelabuhan.
Menurutnya, tantangan berikutnya adalah memastikan kebijakan tersebut dapat berjalan secara konsisten dalam jangka panjang.
"Program ini salah satunya untuk mencegah adanya orang-orang yang sebenarnya tidak memiliki kepentingan berada di dalam kawasan pelabuhan," pungkasnya.