Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana
TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumedang merespons kritik tokoh masyarakat Jatinangor yang meminta petugas tidak menunggu persoalan menjadi viral sebelum melakukan penindakan terhadap pelanggaran ketertiban umum.
Sekretaris Satpol PP Kabupaten Sumedang, Deni Hanafiah, mengatakan pihaknya membutuhkan informasi dari masyarakat untuk mempercepat penanganan pelanggaran karena keterbatasan personel dan luasnya tugas yang harus dijalankan.
"Ya itu tadi, kami perlu informasi dari masyarakat. Karena ruang gerak kami juga terbatas, harus menggarap persoalan lain yang menjadi tupoksi Satpol PP," kata Deni saat ditemui, Rabu (5/8/2026).
Baca juga: Warga Jatinangor Desak Satpol PP dan Dishub Sumedang Tertibkan Parkir Liar Travel
Menurut Deni, dengan jumlah personel yang terbatas, Satpol PP tidak mungkin terus melakukan pengawasan di seluruh wilayah Kabupaten Sumedang.
"Kami tidak mungkin dengan kondisi yang terbatas ini selalu menjadi watchdog. Maka berikan informasi kepada kami, nanti akan kami tindak lanjuti," ujarnya.
Deni mengaku menerima kritik dari warga Jatinangor sebagai masukan untuk meningkatkan pengawasan di lapangan.
"Baguslah, kritik dari warga Jatinangor itu. Kami tahu kondisi di Jatinangor memang seperti itu. Ruang yang sempit saja bisa bernilai ekonomi," katanya.
Baca juga: Satpol PP Sumedang Akan Panggil Pengelola Z Trans soal Parkir di Bahu Jalan Jatinangor
Sebelumnya, sejumlah tokoh masyarakat yang tergabung dalam Gugus Tugas Kawasan Perkotaan Jatinangor (KPJ) mendesak Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang lebih tegas menindak perusahaan travel yang memarkirkan armadanya di bahu jalan dan trotoar.
Warga juga meminta penindakan dilakukan secara rutin tanpa harus menunggu persoalan tersebut menjadi viral.
Dua pekan lalu, shuttle Travel Bhinneka Sangkuriang di Jalan Raya Jatinangor, Kabupaten Sumedang, disegel Satpol PP Sumedang bersama Dinas Perhubungan lantaran parkir armada di bahu jalan hingga viral.
Perusahaan Travel lainnya, Z Trans, armada HiAce perusahaan travel tersebut menaik turunkan penumpang di trotoar dan bahu jalan.
Lokasi shuttle Bhinneka Sangkuriang dan Z Trans berada di Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang.
Kemudian, shuttle travel lainnya, Arnes yang berlokasi di kawasan Warung Kalde, Desa Cikeruh, juga mengancam keselamatan pejalan kaki dan pengendara yang melintas lantaran armada HiiAce milik perusahaan travel Arnes kerap ngetem di bahu jalan. (*)