WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Di tengah sengitnya persaingan ekonomi digital, melahirkan produk berkualitas saja tak lagi cukup bagi para perempuan wirausaha.
Tanpa pengelolaan keuangan yang disiplin dan reputasi diri yang kuat, bisnis yang dirintis dengan penuh keringat rentan kandas di tengah jalan.
Menjawab tantangan tersebut, Sequis Life kembali menggelar sesi ketiga program edukasi Sequis SHEPRENEUR Learning Series di Jakarta pada Rabu (5/8/2026).
Mengusung dua fondasi utama yakni financial check-up dan authentic personal branding, program ini hadir memberikan amunisi nyata agar para pelaku usaha perempuan mampu tumbuh tangguh dan berdaya saing tinggi.
Menyelamatkan Arus Kas: Benteng Utama Mencegah Gulung Tikar
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa usaha kecil dengan pola arus kas yang tidak stabil memiliki risiko tutup hampir dua kali lebih besar dibandingkan bisnis berarus kas teratur.
Banyak pelaku usaha terjebak pada ambisi mendongkrak penjualan, namun abai mengevaluasi kesehatan finansial pribadi maupun usahanya.
Baca juga: Sequis Life Bekali Perempuan Wirausaha Hadapi Ancaman Siber dan Raup Peluang Creator Economy
Dalam sesi Financial Literacy: Financial Check-Up for You and Your Family, Regional Training Manager Sequis Life, Atiek Suhartatiek, memandu para peserta membedah kondisi keuangan mereka secara mendalam.
Tak sekadar menyuguhkan teori, peserta diajak langsung mensimulasikan penyusunan laporan keuangan, mulai dari neraca (balance sheet), laporan arus kas, perhitungan kekayaan bersih (net worth) hingga analisis indikator kesehatan finansial.
"Banyak pelaku usaha berfokus pada peningkatan penjualan, tetapi jarang yang secara rutin mengevaluasi kondisi keuangan pribadi dan bisnisnya. Padahal, keputusan bisnis yang tepat selalu berawal dari pemahaman yang baik terhadap kondisi keuangan," tegas Atiek.
Melalui simulasi ini, para pengusaha perempuan dibekali kemampuan menyusun peta jalan perbaikan, mulai dari memperkuat dana darurat hingga merancang strategi investasi jangka panjang.
Bukan Sekadar Pencitraan: Membangun Kepercayaan Lewat Branding Autentik
Di era ketika konsumen makin kritis, keputusan membeli tidak lagi hanya didasari harga murah, melainkan juga tingkat kepercayaan terhadap sosok di balik produk tersebut.
Personal branding yang autentik pun bergeser fungsi: dari sekadar alat promosi menjadi aset strategis bisnis.
Membedah topik ini, Praktisi Digital Branding dan Content Creator, Zata Ligouw, membawakan materi Crafting Your Authentic Personal Brand in Digital Era.
Zata membimbing peserta menemukan Unique Selling Proposition (USP) dengan menggali keunikan, keterampilan, dan nilai diri yang membedakan mereka dari kompetitor.
Para peserta diajak melintasi tahapan pembentukan identitas digital secara menyeluruh, mencakup branding canvas, audit akun media sosial, pemuatan konten visual dan copywriting, hingga penerapan etika digital.
Uniknya, Zata juga mengajarkan cara memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai asisten kreatif untuk mengeksplorasi ide konten secara lebih efisien.
"Authentic personal branding tidak hanya meningkatkan visibilitas usaha, tetapi juga membangun kepercayaan dan kedekatan dengan pelanggan," ujar Zata.
Ia menekankan bahwa reputasi tidak bisa dibangun dari kejujuran semu, melainkan dari konsistensi pesan yang selaras dengan kualitas produk di lapangan.
Melalui komitmen berkelanjutan dalam platform Better Tomorrow with Sequis, Sequis Life optimistis bahwa keterbukaan akses pada literasi keuangan dan strategi digital akan menjadi kunci utama bagi para SHEPRENEUR untuk mencetak sejarah baru—mengubah usaha skala rumah tangga menjadi pilar ekonomi nasional yang tangguh dan berkelanjutan.