Kenalan di Medsos, Pertemuan Berujung Mutilasi Sadis di Depok, Pelaku: Dia Pegang-pegang Saya
Feryanto Hadi August 05, 2026 05:35 PM

 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ramadhan L Q 


WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Saepullah (26) membeberkan awal mula sebelum terjadinya pembunuhan dan mutilasi terhadap Kunaefi (51) di Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat.

Saat diinterogasi penyidik usai ditangkap, Saepullah mengaku melakukan aksi tersebut seorang diri, mulai dari penganiayaan hingga upaya membuang bagian tubuh korban.

Kepada polisi, Saepullah menyebut peristiwa itu terjadi di kontrakannya yang berada di Jalan Belimbing, Cipayung, Kota Depok.

Ia mengatakan korban datang ke rumahnya sebelum kejadian pada Kamis (23/7/2026).

Saepullah mengaku awalnya hanya ingin ditemani berbincang karena tidak memiliki teman di tempat tinggalnya itu.

Namun, menurut keterangannya, situasi kemudian berubah menjadi cekcok hingga terjadi kekerasan fisik.

Baca juga: Kesaksian Ketua RT Soal Sosok Pelaku Mutilasi di Pancoran Mas Depok

"Karena tadinya kan dia main ke rumah, terus saya cuma butuh teman buat ngobrol aja. Karena emang teman kontrakanku enggak ada juga, karena dia sudah terakhir ngontrak di situ, enggak lanjut," demikian pengakuan Saepullah.

"Terus kan, tadinya cuma butuh teman, dia pegang-pegang saya, terus saya berontak dong. Saya berontak terus dia kayak nampar saya," sambungnya.

Ia mengklaim terjadi aksi saling dorong hingga korban mendorong dirinya di area tangga rumah kontrakan dua lantai tersebut. 

Setelah itu, Saepullah mengaku mengambil pisau dari dapur dan melukai korban.

"Saya tak dorong, saya mau teriak, terus saya didorong dari tangga sama dia. Kan rumahnya dua lantai," tutur dia.

“Terus saya turun ke bawah kan, terus telanjur didorong ke bawah saya ke bawah ambil pisau lah. Terus saya tusuk," sambung Saepullah. 

Baca juga: Breaking News: Polisi Olah TKP Rumah Pelaku Mutilasi di Depok, Tim Inafis Turun Tangan

Korban, tambah dia, sempat memberontak dan menendang pelaku. Saepullah pun semakin emosi.

"Terus saya pegang saja kepalanya, tangan dia kan sudah enggak, enggak bisa, megang perut, terus saya pegang saja kepalanya langsung (hingga lehernya digorok)," ucapnya.

Ia juga mengaku melakukan pemotongan terhadap tubuh korban dengan pisau yang telah digunakan saat menusuk.

Saepullah menyebut tindakan tersebut dilakukan karena kesulitan membawa korban secara utuh dari lokasi kejadian yang berada di lingkungan permukiman.

“Karena susah bawanya, di situ kan ramai orang dan perumahan juga,” ucapnya.

Dalam pemeriksaan, Saepullah menyebut salah satu bagian tubuh korban yakni kaki dibuang di kawasan Jembatan Serong, Cipayung. 

Ia juga mengatakan membuang pisau yang digunakan serta pakaian di wilayah Pitara, Depok.

“Masih hafal lokasinya, nanti saya tunjukkan,” kata Saepullah kepada petugas.

Sebelumnya, Kunaefi (51), korban mutilasi di Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, dibunuh Saepullah (26) usai berkenalan dari media sosial.

Sebelum adanya pembunuhan, keduanya memutuskan untuk bertemu di sebuah kontrakan di wilayah Cipayung, Kota Depok, Kamis (23/7/2026).

Pertemuan itu terjadi cekcok hingga akhirnya Saepul mengambil pisau, kemudian menghunuskannya ke perut Kunaefi dan melukai lehernya.

"Hasil pemeriksaan mengungkap bahwa Saepul (S) dan korban berkenalan melalui media sosial sebelum sepakat bertemu di sebuah kontrakan di wilayah Cipayung pada 23 Juli 2026," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, dalam keterangannya, Rabu (5/8/2026).

"Pertemuan tersebut berujung cekcok hingga pelaku menusuk bagian perut dan menggorok leher korban menggunakan pisau," sambungnya.

Usai dibunuh, Saepul berupaya menghilangkan jejak kejahatannya dengan memotong kedua kaki korban.

"Untuk menghilangkan jejak, pelaku memutilasi tubuh korban pada bagian pangkal paha, membungkus jasad menggunakan plastik hitam dan karung," tutur dia.

"Kemudian membuang tubuh korban di kawasan Tanah Merah, sedangkan potongan kedua kaki dibuang ke aliran sungai di wilayah Pitara, Pancoran Mas," lanjut Kabid Humas.

Setelah melakukan aksinya, pelaku membawa sepeda motor milik korban ke Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, dan menjualnya. 

Saat ini Saepul telah diamankan Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Menurut Kanit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Dimitri Mahendra, pelaku ditangkap pada Rabu (5/8/2026) pagi pukul 04.15 WIB di Pandeglang, Banten, saat berupaya melarikan diri.

"Pelaku ditangkap Tim Subdit Resmob Polda Metro Jaya hari Rabu tanggal 5 Agustus 2026, pukul 04.15 WIB di Pandeglang, Banten, saat melarikan diri," ujar Dimitri saat dikonfirmasi.

Pelaku saat ditangkap tampak mengenakan kaos berwarna hitam.

Ketika dikonfirmasi terkait tampang pelaku yang beredar di media sosial, Dimitri membenarkan hal tersebut. 

"Betul. Pelaku nama Saepullah," tuturnya.

Diketahui, karung sampah itu terlihat oleh warga yang melintas keesokan harinya, Jumat (24/7/2026).

Namun saat itu tak ada tindakan yang dilakukan, sebab warga mengira karung itu berisi sampah.

Saksi hanya memberi tahu hal tersebut kepada adiknya.

Dua pekan kemudian, adik saksi tersebut masih melihat karung tersebut di sana pada Selasa pagi dan memutuskan membakar karung itu di sore hari.

Saat itu bagian tubuh korban tersingkap dari plastik yang meleleh.

Saksi lalu melaporkan temuan ini ke pihak berwajib yang dilanjutkan dengan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan evakuasi jenazah ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan identifikasi korban, polisi melacak keberadaan Saepul di Pandeglang saat diduga akan melarikan diri.

Kini Saepul ditahan di Polda Metro Jaya dan sedang diminta keterangan lebih lanjut, termasuk motif dan pemicu cekcoknya dengan korban. 

Polisi Lakukan Olah TKP

olda Metro Jaya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah kontrakan pelaku kasus mutilasi yang menggemparkan Kota Depok, Rabu (5/8/2026).

Olah TKP dilakukan setelah polisi menangkap pelaku berinisial S (26), yang diduga memutilasi korban berinisial K (51).

Lokasi olah TKP berada di sebuah rumah kontrakan di Jalan Belimbing RT 03 RW 05, Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok.

Rumah tersebut diduga menjadi lokasi pelaku menghabisi nyawa korban sebelum jasadnya dimutilasi.

Pantauan Wartakotalive.com di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB, rumah kontrakan dua lantai itu berada di tepi jalan permukiman.

Bangunan berpagar besi hitam dengan dominasi warna cokelat itu langsung dipasangi garis polisi.

Sekitar pukul 15.05 WIB, Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polri memasuki lokasi untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Baca juga: Tragedi Mutilasi di Depok: Kenalan Lewat Medsos Berujung Pembunuhan, Pelaku Ditangkap di Banten

Sebelum olah TKP dimulai, sejumlah perabotan di dalam rumah dikeluarkan.

Setelah itu, petugas menutup gerbang sehingga proses identifikasi tidak dapat disaksikan warga.

Pelaku Dikenal Tertutup

Seorang warga, Sunardi, mengatakan pelaku baru beberapa waktu terakhir mengontrak di lingkungan tersebut.

Menurutnya, pelaku tidak banyak berinteraksi dengan warga dan kesehariannya terlihat biasa sehingga tidak pernah menimbulkan kecurigaan.

"Tidak banyak beraktivitas pada siang hari," kata Sunardi.

Ia mengaku tidak mengetahui pekerjaan pelaku karena jarang berkomunikasi. Selama tinggal di kontrakan itu, pelaku diketahui datang bersama seorang rekannya.

"Datang dan tinggal bersama satu orang teman," ujarnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.