Ikut Terjun Padamkan Karhutla dan Rasakan Asap Karhutla, Sujiwo Beri Atensi Khusus Kesehatan Relawan
Rivaldi Ade Musliadi August 05, 2026 04:32 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya akan memberikan perhatian khusus (special attention) kepada para relawan pemadam kebakaran (Damkar) swakarsa maupun tim gabungan yang berjuang di garis depan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Sujiwo mengaku sangat memahami beratnya dinamika dan risiko tugas para petugas serta relawan di lapangan saat berjibaku memadamkan titik api di tengah teriknya cuaca.

Bahkan secara personal, Sujiwo mengungkapkan dirinya juga menjadi salah satu korban yang merasakan langsung dampak buruk dari pekatnya kabut asap akibat karhutla ketika turun ke lokasi untuk ikut memadamkan kobaran api bersama tim gabungan.

"Para relawan yang selama ini berada di garis depan harus mendapatkan atensi. Paling tidak kesehatan mereka kita jaga, kemudian asupan gizinya juga diperhatikan," tegas Sujiwo kepada TribunPontianak.co.id, Rabu, 5 Agustus 2026.

Gelar Rakor Bersama Dinkes untuk Pemeriksaan Kesehatan Rutin

Terkait langkah konkret lanjutan dalam menjaga kondisi fisik dan keselamatan para garda terdepan ini, Sujiwo menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan segera menggelar rapat koordinasi (rakor) lintas sektor.

Rakor tersebut nantinya akan melibatkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kubu Raya beserta instansi teknis terkait guna menyusun mekanisme pemeriksaan kesehatan berkala, penyediaan suplemen/vitamin, hingga penanganan medis darurat bagi para petugas dan relawan karhutla.

• Soal Peluang WFH Bagi ASN di Kubu Raya, Bupati Sujiwo Tekankan Efisiensi Anggaran

Langkah ini dinilai krusial mengingat paparan asap pekat secara terus-menerus berpotensi tinggi memicu gangguan saluran pernapasan akut (ISPA), dehidrasi, hingga kelelahan fisik (exhaustion) bagi personel di lapangan.

Apresiasi Pendirian Pos Strategis TNI untuk Deteksi Dini dan Pencegahan

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sujiwo memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran TNI yang telah merespons cepat ancaman karhutla dengan mendirikan sejumlah posko siaga di titik-titik rawan kebakaran (hotspot) strategis di wilayah Kabupaten Kubu Raya.

Menurut Sujiwo, keberadaan pos siaga TNI ini memberikan dua dampak positif yang sangat signifikan:

Percepatan Response Time: Mempercepat pergerakan dan mobilisasi tim pemadam saat pertama kali terdeteksi adanya kepulan asap kecil di area perbukitan atau lahan gambut.

Efek Gentar (Deterrence Effect): Mencegah potensi aksi oknum tak bertanggung jawab yang berniat melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar secara sengaja.

"Khususnya TNI, mereka sudah membuat pos di beberapa titik strategis untuk mempercepat pergerakan. Kemudian ketika ada pihak yang berniat melakukan pembakaran dengan sengaja, keberadaan pos tersebut diharapkan dapat mengurungkan niat mereka," jelasnya.

Melalui sinergi yang makin solid antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan deretan relawan Damkar swakarsa, Pemkab Kubu Raya optimistis potensi persebaran titik api akibat fenomena cuaca kering dapat ditekan secara optimal demi melindungi keselamatan serta kesehatan seluruh masyarakat. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.