Buka Suara soal Isu Surpres Pergantian Kapolri, Jenderal Listyo Sigit: Itu Prerogatif Presiden
Laksmi Anindita August 05, 2026 05:36 PM

TRIBUNWOW.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo angkat bicara soal isu adanya surat presiden (Surpres) terkait calon pengganti dirinya sebagai pimpinan Korps Bhayangkara.

Sigit mengaku semua keputusan khususnya terkait pergantian pimpinan Polri merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.

"Itu prerogatif Presiden. Jadi, buat kita prajurit apapun dilaksanakan. Kita menunggu saja," kata Sigit ketika ditanya soal keberadaan Surpres pergantian Kapolri di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Sigit hanya memastikan isu tersebut tidak akan mengganggu kinerja dirinya sebagai pimpinan maupun bagi Kepolisian itu sendiri.

"Oh, enggak. Sangat tidak (mengganggu)," imbuhnya.

Sebelumnya, Isu pergantian Kapolri yang kini dijabat Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali mengemuka dan memicu berbagai respons.

Baca juga: Rekap Transfer Borneo FC di Awal Musim 2026/2027, Njabulo Blom jadi Pemain dengan MV Termahal

Kabar pergantian jabatan pucuk pimpinan Polri ini, muncul setelah isu adanya Surat Presiden (Surpres) pergantian Kapolri yang dikirim ke DPR.

Penelusuran Tribunnews, isu pergantian Kapolri sebelumnya pernah mencuat pada Juli 2026 setelah adanya aksi kelompok mahasiswa yang mendorong Presiden melakukan reformasiPolri.

Pada peringatan HUT ke-80Polri, Rabu (1/7/2026) lalu, aliansi BEM UI menggelar aksi bertajuk#MatinyaReformasiPolridan menyampaikan kritik terhadap kinerja serta kepemimpinan di tubuh Korps Bhayangkara.

Selain itu, isu pergantian Kapolri kembali mencuat di tengah berbagai dinamika yang melibatkan institusi penegak hukum.

Sorotan hubungan Polridan Kejaksaan Agung (Kejagung) pun mencuat, setelah munculnya penanganan perkara yang menyeret mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.

Memasuki bulan Agustus 2026, isu pergantian Kapolri kembali mencuat. Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus(Bappisus) dan pimpinan DPR RI pun memberikan penjelasan kabar tersebut.

Menurut KepalaBappisus,Aris Marsudiyanto, menjelaskan bahwa rotasi jabatan adalah hal biasa dalam tata kelola pemerintahan.

Baca juga: Pernyataan Lantang Netanyahu Tolak Rencana Trump! Israel Bersumpah Tak Tinggalkan Gaza

Ia pun meminta masyarakat menunggu keputusan Presiden Prabowo Subianto dan tidak berspekulasi lebih jauh.

"Tunggu tanggal waktunya, jabatan di dunia pasti akan di ganti, tidak ada yang tidak diganti."

"Tinggal waktunya tergantung presiden," katanya, dikutip dari Kanal YouTube Kompas TV pada Rabu (5/8/2026).

Sementara itu, DPR membantah adanya surat perintah presiden terkait pergantian Kapolri.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.