Teheran Bantah Klaim Trump, Selat Hormuz Masih Terkunci dan Lalu Lintas Kapal Lumpuh
Ansari Hasyim August 05, 2026 06:36 PM

 

SERAMBINEWS.COM – Iran menegaskan Selat Hormuz belum akan dibuka dalam waktu dekat meskipun tengah menjajaki kesepakatan dengan Oman terkait pengaturan pelayaran.

Teheran menyebut nasib jalur minyak paling strategis di dunia itu sepenuhnya bergantung pada perubahan sikap Amerika Serikat, bukan hasil negosiasi dengan Muscat.

Penyiar resmi Iran, IRIB, Rabu (5/8/2026), mengutip sumber yang menyebutkan bahwa pembicaraan antara Teheran dan Muscat hanya membahas mekanisme navigasi kapal di masa mendatang dan tidak berkaitan dengan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Menurut sumber tersebut, negosiasi dilakukan secara eksklusif antara Iran dan Oman tanpa melibatkan Amerika Serikat.

"Kemungkinan kesepakatan antara Iran dan Oman mengenai pengaturan kapal untuk melewati Selat Hormuz tidak ada hubungannya dengan pembukaan selat ini," kata sumber tersebut.

Iran menegaskan, sekalipun kesepahaman berhasil dicapai dengan Oman, Selat Hormuz akan tetap ditutup selama Washington masih melakukan apa yang disebut Teheran sebagai "pelanggaran" terhadap Iran.

Baca juga: Trump Berkali-kali Ancam Iran dengan Kesempatan Terakhir, Tapi Serangan Selalu Ditunda, Ada Apa?

"Pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada perubahan perilaku AS dan koreksi pelanggarannya," lanjut sumber tersebut.

Pernyataan itu muncul setelah media-media Iran melaporkan bahwa Teheran hampir mencapai kesepahaman dengan Muscat mengenai pembentukan koridor navigasi baru, dengan syarat Amerika Serikat tidak lagi mencampuri proses perundingan.

Selama ini, para pejabat Iran berulang kali menuduh Washington mencoba memengaruhi jalannya negosiasi sekaligus menghambat tercapainya kesepakatan melalui ancaman militer.

Bantah Klaim Trump

Sementara itu, anggota Komite Keamanan Nasional Parlemen Iran, Esmail Kowsari, menilai pendekatan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Iran penuh kontradiksi dan tidak dapat dipercaya.

Dalam wawancara dengan IRIB, Kowsari mengatakan Trump telah berulang kali mengklaim Selat Hormuz telah dibuka, padahal menurut Iran kondisi di lapangan menunjukkan sebaliknya.

Ia bahkan menyebut Trump telah menyatakan sebanyak 75 kali bahwa Hormuz telah terbuka, 106 kali mengklaim Iran telah dikalahkan, dan 88 kali mengatakan kesepakatan dengan Teheran akan segera tercapai.

Padahal, Trump pada Selasa malam kembali mengatakan bahwa kesepakatan dengan Iran dapat tercapai hanya dalam hitungan jam. Pernyataan itu kembali dibantah Teheran yang menegaskan tidak ada negosiasi langsung dengan Washington.

Lalu Lintas Kapal Masih Sangat Sepi

Di sisi lain, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz masih jauh dari kondisi normal.

Berdasarkan data perusahaan pemantau pelayaran Kpler yang dikutip Reuters, hanya delapan kapal yang melintasi Selat Hormuz pada Selasa. Jumlah itu terdiri atas lima kapal tanker dan tiga kapal curah, sama seperti sehari sebelumnya.

Enam kapal memasuki selat tersebut, sementara dua kapal keluar, masing-masing satu kapal tanker minyak dan satu kapal pengangkut gas.

Angka tersebut sangat kontras dibandingkan kondisi sebelum pecahnya perang AS-Israel melawan Iran pada 28 Februari, ketika sekitar 130 hingga 140 kapal melintasi Selat Hormuz setiap hari.

Kondisi serupa juga terjadi di Selat Bab al-Mandeb. Hanya 20 kapal yang melintas pada Selasa, masing-masing 10 kapal masuk dan 10 kapal keluar.

Penurunan lalu lintas di jalur tersebut terjadi setelah kelompok Houthi di Yaman mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi di Laut Merah pada 20 Juli, disertai serangan terhadap sejumlah kapal tanker dan fasilitas minyak Saudi yang membuka babak baru eskalasi konflik di kawasan.

Sebelum blokade diberlakukan, rata-rata sekitar 41 kapal melintasi Bab al-Mandeb setiap hari.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.