Jadi Tempat Curhat Ruben Onsu, Fitri Salhuteru Ungkap Momen yang Buat sang Presenter Terluka
Ayu Wulansari K August 05, 2026 07:35 PM

Grid.ID - Fitri Salhuteru mengaku kerap menjadi tempat curhat Ruben Onsu. Ia pun membocorkan momen yang membuat Ruben terluka.

Di tengah proses gugatan hak asuh anak yang masih bergulir, konflik antara Ruben Onsu dan Sarwendah semakin memanas. Kedua belah pihak sama-sama saling membela diri atas tudingan yang dilempar masing-masing pihak di hadapan publik.

Di balik perseteruan ini, muncul nama Fitri Salhuteru yang rupanya sempat menjadi penengah di antara Ruben Onsu dan Sarwendah, terlebih dalam urusan anak. Mediasi ini dilakukan jauh sebelum Ruben resmi melayangkan gugatan hak asuh anak pada Sarwendah.

Tak hanya itu, Fitri mengungkap bahwa Ruben beberapa kali menghubunginya lewat telepon untuk berkeluh kesah mengenai masalahnya. Dari curhat Ruben Onsu, Fitri pun membocorkan momen yang paling membekas dan membuat sang presenter terluka.

Menurut Fitri, Ruben sempat menceritakan kesedihannya saat melihat momen kedekatan kekasih Sarwendah, Giorgio Antonio atau Gio, dengan anak-anaknya. Sebagai seorang ayah, Ruben sedih melihat interaksi kedua putrinya dengan Gio.

"Kalau Koh Ruben sih lebih ke terakhir-terakhir yang karena viral ya, saya ingatnya waktu ada anaknya lagi nginjekin Gio, terus yang dipangku-pangku," ujar Fitri, dikutip dari Tribunnewsmaker.com.

Setelah video Gio bersama anak-anak Ruben viral, Fitri menyebut sahabatnya itu langsung menghubunginya lewat telepon. Kepadanya, Ruben mengaku sedih karena sebagai ayah, dirinya tak pernah melakukan hal tersebut kepada anak-anaknya.

"'Aku sedih deh Kak, anak aku kok begini ya, aku aja ayahnya nggak pernah begitu'," ungkap Fitri menirukan ucapan Ruben.

Sebagai pendengar, Fitri pun berusaha untuk menenangkan mantan suami Sarwendah tersebut. Bahkan kala itu Ruben sampai menangis menceritakan kesedihannya.

"Udah lah Koh Ruben. Aku cuma bisa nenangin aja," ujarnya.

"Suka (nangis), kalau rindu anaknya. Suka (nangis) lah," imbuhnya.

Di saat cobaan terasa begitu berat, Ruben rupanya memilih untuk mengadukan masalahnya kepada Tuhan dengan salat dan membaca Alquran. Fitri pun mengaku kagum dengan keteguhan Ruben untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dalam menghadapi masalah.

"Dia sering baca Al Quran kan kalau lagi sedih."

"Bahkan saya juga kadang malu ya sama Ruben, kalau dia lagi terpuruk gitu dia, 'udah lah Kak, aku kalau lagi begini aku gelar sajadah aja'."

"Kata dia gitu. Ya bagus," paparnya.

Fitri Salhuteru Jadi Penengah

Sebelumnya, Ruben Onsu pernah membagikan unggahan di Insta storynya yang menyebut Fitri Salhuteru sempat menjadi penengah di tengah permasalahannya dengan Sarwendah. Kabarnya mediasi ini dilakukan sebelum Ruben melayangkan hak asuh ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Kak @fitri_salhuteru adalah orang yang sempat menjadi penengah kami dalam urusan anak," tulis Ruben.

Pengusaha yang juga mantan sahabat Nikita Mirzani ini disebut mengetahui dengan detail isi percakapan antara Ruben dan Sarwendah. Bahkan, Fitri menyaksikan sendiri betapa alotnya perdebatan di antara kedua belah pihak yang berkonflik.

"Beliau merasakan sendiri bagaimana sulitnya menjadi penengah di antara kami, sekaligus melihat betapa alotnya komunikasi dengan pihak sana," lanjutnya.

"Beliau juga mengetahui bahwa semua percakapan yang kami lakukan semata-mata demi kepentingan anak," tambahnya.

Ruben pun memberikan apresiasi kepada Fitri Salhuteru karena mau meluangkan waktunya untuk menjadi penengahdalammemediasi masalahnya dengan Sarwendah.

"Padahal, di tengah kesibukan beliau sendiri, Kak Fitri masih meluangkan waktu untuk membantu kami. Ini adalah salah satu upaya saya untuk menyelesaikan semuanya dengan baik," pungkas Ruben.

Ruben Onsu Tegaskan Hanya Ingin Bertemu Anak

Di tengah konflik dengan Sarwendah yang terlanjur melebar, Ruben Onsu menegaskan bahwa dirinya hanya ingin diberikan waktu khusus untuk bertemu dengan kedua putrinya. Melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, Ruben tegaskan bahwa dirinya kini hanya fokus pada hak asuh anak.

Minola menegaskan bahwa sejak awal kliennya tak ingin masalah utama menjadi kabur hanya karena masalah lain yang melebar. Menurutnya, pihak sebelah bahkan terus melemparkan kebohongan-kebohongan baru untuk menyembunyikan atau menutupi sesuatu.

"Kita hanya ingin masalah ini menjadi sesuatu hal yang terang benderang. Sebenarnya kan kita enggak perlu melebar yang seperti saya katakan tadi, mari kita fokus ke masalah utamanya," ungkap Minola, dikutip dari Kompas.com.

"Sekarang kita bergeser, yang kita bahas tentang hal-hal yang seperti ini. Padahal kan ini cuma aksesori. Pokoknya, mari kita bahas bagaimana pola asuh anak yang benar," imbuhnya.

Lebih lanjut, sang pengacara mengungkap bahwa sebelum mengajukan gugatan hak asuh anak, Ruben telah mempertimbangkan beberapa hal. Menurutnya, Ruben tidak mendapatkan haknya untuk berkumpul dengan anak-anaknya.

Padahal dalam akta yang telah dibuat dan disepakati di hadapan notaris, Ruben sebagai ayah kandung mendapatkan hak untuk bersama anak-anaknya tiga kali dalam seminggu. Namun sejak perceraian, perjanjian itu tidak terlaksana dengan baik.

Di lain sisi, Ruben juga mengkhawatirkan tentang perkembangan anak-anaknya di tengah lingkungan yang menurutnya kurang baik. Untuk itu, Ruben akhirnya mantap untuk mengajukan gugatan hak asuh anak.

"Kedua, Ruben khawatir, tumbuh kembang anak ini tidak di tempat yang aman. Karena di lingkungan yang menurut dia, itu suka memberikan hal-hal yang tidak baik dalam hal contoh, baik dari segi ucapan, tindakan," jelas Minola.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.