Sekaten Jadi Pilihan Wisata Malam Seru di Solo, Ada Banyak Wahana Bermain hingga Kulineran
Listusista Anggeng Rasmi August 05, 2026 08:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Bagi Anda yang sedang mencari destinasi wisata malam di Solo, Pasar Malam Sekaten 2026 layak masuk dalam daftar kunjungan.

Agenda tahunan ini kembali menghadirkan suasana meriah yang selalu dinantikan masyarakat maupun wisatawan dari berbagai daerah.

Beragam hiburan rakyat, kuliner khas, hingga nuansa budaya Keraton menjadi daya tarik utama yang memikat ribuan pengunjung.

Gemerlap lampu di kawasan Alun-alun Utara Keraton Solo juga menambah semarak suasana saat malam hari.

Pasar Malam Sekaten 2026 resmi dibuka pada Minggu (2/8/2026) di kompleks Alun-alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Acara pembukaan diawali dengan prosesi wilujengan atau selamatan sebagai tradisi yang telah berlangsung turun-temurun.

Paku Buwono XIV Hangabehi kemudian melakukan pemotongan tumpeng sebagai tanda dimulainya rangkaian perayaan Sekaten tahun ini.

Tumpeng tersebut selanjutnya diserahkan kepada salah seorang pedagang pasar malam sebagai simbol harapan akan keberkahan dan kelancaran kegiatan.

Pasar Malam Sekaten dijadwalkan berlangsung hingga 30 Agustus 2026 sehingga masyarakat memiliki waktu cukup panjang untuk menikmati seluruh rangkaian acaranya.

Selama penyelenggaraan, pengunjung dapat menikmati aneka wahana permainan, berburu kuliner, berbelanja, hingga merasakan atmosfer budaya khas Solo yang menjadi ciri khas perayaan Sekaten.

Baca juga: 5 Pilihan Hotel Dekat De Tjolomadoe Karanganyar, Ada Hotel Bandar Narita, Tempatnya Nyaman Estetik

SEKATEN SOLO - Suasana sekaten di Alun-Alun Lor Surakarta Jalan Kedung Lumbu, Kec. Ps. Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Foto diambil pada Minggu 2 Agustus 2026. Sekaten 2026 bisa jadi pilihan wisata malam di Solo.
SEKATEN SOLO - Suasana sekaten di Alun-Alun Lor Surakarta Jalan Kedung Lumbu, Kec. Ps. Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Foto diambil pada Minggu 2 Agustus 2026. Sekaten 2026 bisa jadi pilihan wisata malam di Solo. (TribunSolo/Rifatun Nadhiroh)

1. Menikmati Suasana Pasar Malam dengan Wahana Permainan

Salah satu daya tarik utama Sekaten adalah suasana pasar malam yang selalu meriah.

Pengunjung dapat menikmati berbagai wahana permainan seperti komidi putar, bianglala, permainan anak-anak, hingga wahana hiburan lainnya.

Saat malam hari, kawasan Alun-alun Utara semakin semarak dengan cahaya lampu warna-warni yang menghiasi area permainan dan stan pedagang.

Bagi keluarga yang membawa anak-anak, Sekaten menjadi pilihan wisata malam yang menawarkan hiburan sekaligus nostalgia suasana pasar malam tempo dulu.

2. Berburu Kuliner dan Produk UMKM

Selain wahana permainan, Sekaten juga menjadi surganya wisata kuliner.

Berbagai pedagang menawarkan makanan khas, jajanan tradisional, minuman, hingga berbagai produk UMKM lokal.

Pengunjung dapat menikmati aneka makanan sambil berjalan mengelilingi area pasar malam.

Selain kuliner, tersedia pula berbagai stan yang menjual pakaian, aksesori, perlengkapan rumah tangga, hingga produk kreatif masyarakat.

Kehadiran pedagang selama hampir satu bulan juga menjadi peluang ekonomi bagi pelaku UMKM dan masyarakat sekitar.

3. Mengenal Tradisi dan Budaya Keraton Solo

Sekaten bukan hanya pasar malam, tetapi juga bagian dari tradisi Keraton Solo yang telah berlangsung turun-temurun.

Tradisi ini digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus menjadi media syiar Islam melalui pendekatan budaya Jawa.

Bagi wisatawan yang ingin mengenal budaya Solo lebih dekat, Sekaten menjadi kesempatan untuk melihat berbagai prosesi adat yang hanya berlangsung setahun sekali.

Beberapa rangkaian tradisi Sekaten 2026 antara lain:

  • 12 Agustus 2026: Jamasan Kyai Guntursari dan Kyai Gunturmadu, yaitu prosesi penyucian dua gamelan pusaka Sekaten.
  • 19 Agustus 2026: Miyosaken Gangsa Sekaten, yaitu keluarnya gamelan pusaka dari Keraton menuju Bangsal Pagongan Masjid Agung Solo.
  • 19-25 Agustus 2026: Gamelan Sekaten dibunyikan setiap hari sebagai bagian dari rangkaian tradisi.
  • 26 Agustus 2026: Ngonduraken Gangsa Sekaten dan Hajad Dalem Grebeg Maulud atau Gunungan Sekaten.
SEKATEN - Suasana Pasar Malam Sekaten Alun-Alun Utara Solo, belum lama ini. Pengelolaan parkir Sekaten Solo 2026 dipastikan terbagi menjadi dua wilayah. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta hanya mengelola parkir di kawasan Alun-Alun Utara, sedangkan area Alun-Alun Selatan menjadi kewenangan Keraton Kasunanan Surakarta. ((Ist)/TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)

Baca juga: 5 Toko Pancing di Solo Jateng, Terkenal Lengkap dan Murah, Termasuk Omah Pancing Kartini Solo

4. Menyaksikan Grebeg Maulud dan Gunungan Sekaten

Puncak tradisi Sekaten adalah pelaksanaan Grebeg Maulud yang ditandai dengan kirab gunungan dari Keraton menuju Masjid Agung Solo.

Gunungan berisi hasil bumi tersebut menjadi simbol rasa syukur, berkah, dan kebersamaan.

Tradisi ini selalu menarik perhatian masyarakat karena banyak warga datang untuk menyaksikan langsung prosesi budaya yang telah diwariskan selama ratusan tahun.

5. Berwisata Sambil Belajar Sejarah Solo

Sekaten juga menjadi pilihan wisata edukasi karena memiliki nilai sejarah yang kuat.

Tradisi ini telah menjadi bagian dari perjalanan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sejak berdirinya Keraton.

Melalui Sekaten, masyarakat tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga dapat mengenal filosofi budaya Jawa, nilai religius, serta peran Keraton dalam menjaga tradisi.

Jadwal dan Lokasi Sekaten Solo 2026

Lokasi: Alun-alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan kawasan sekitar Masjid Agung Solo.

  • Pelaksanaan Pasar Malam Sekaten: 1-30 Agustus 2026.
  • Rangkaian Tradisi Sekaten: berlangsung sepanjang Agustus 2026 dengan puncak acara Grebeg Maulud pada 26 Agustus 2026.

Dengan perpaduan budaya Keraton, kuliner, wahana permainan, dan aktivitas ekonomi kreatif, Sekaten menjadi salah satu destinasi wisata malam yang selalu dinantikan di Solo.

Bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana malam berbeda, Sekaten 2026 menawarkan pengalaman lengkap: mulai dari hiburan keluarga, berburu makanan, hingga menyaksikan warisan budaya Jawa yang masih hidup hingga sekarang.

(Tribunnewsmaker.com/ TribunSolo)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.