Luas Kebakaran Gunung Bromo Capai 50 Hektare, Api Dekati Perbatasan Kabupaten Malang
Dwi Prastika August 05, 2026 09:50 PM

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Luluul Isnainiyah 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Kebakaran hutan di kawasan Bukti Jantur atau Blok Bantengan kawasan Gunung Bromo wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Hingga Rabu (5/8/2026), luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 50 hektare, sementara petugas gabungan terus berupaya mencegah api meluas ke wilayah lain.

Operasi pemadaman dilakukan dengan membuat sekat bakar dan penyemprotan air menggunakan armada dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Namun, medan yang sulit dijangkau serta kondisi angin menjadi tantangan dalam proses penanganan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan, rembetan api sudah melalui perbatasan Kabupaten Malang-Lumajang.

Api telah mengarah ke wilayah Kabupaten Malang.

"Jarak api dari wilayah Kabupaten Malang dan dari tugu perbatasan sekitar 800 meter jika diukur dengan jarak tempuh jalan darat," kata Sadono ketika dikonfirmasi. 

Sadono mengatakan, sejumlah personel gabungan dari Balai Besar (BB) Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Malang, BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Lumajang, Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Ngadas, serta unsur relawan lain sedang berjibaku untuk memadamkan api.

Baca juga: Kebakaran Gunung Bromo Capai 10 Hektare, BNPB Siapkan 2 Helikopter Water Bombing

Tim melakukan pemadaman dengan menggunakan operasi pemadaman darat yakni membuat sekat bakar.

Lalu, melakukan penyemprotan dengan dua unit armada dari TNBTS dan BPBD Provinsi Jawa Timur.

Menurutnya, titik lokasi kebakaran berada di kawasan hutan pada lereng yang sulit dijangkau.

Sehingga ini menjadi kendala bagi petugas untuk memadamkan api. 

"Kondisi cuaca di wilayah Bromo saat ini terpantau cerah dan berawan. Kemudian kecepatan angin sedang dan mengarah ke arah barat," jelasnya. 

Titik Api Bermula

Sebagaimana diketahui, kebakaran mulai terjadi pada Senin (3/8/2026).

Titik api bermula dari wilayah Blok Bantengan.

Api membakar vegetasi cemara gunung, mentigen, akasia dan semak belukar.

Baca juga: Kebakaran di Bukit Jantur Bromo Meluas, TNBTS Tutup Jalur Wisata Jemplang dan Tambah Armada Pemadam

Sementara itu, sebagai langkah keselamatan dan kelancaran penanganan bencana, pihak Balai Besar (BB) Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) secara resmi menutup sementara pintu masuk kawasan wisata Bromo melalui Pos Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Malang.

"Penanganan dan pemantauan di titik lokasi masih terus dilakukan oleh petugas gabungan hingga situasi dinyatakan aman," pungkasnya.

Sebelumnya, kebakaran hutan dan lahan di Gunung Bromo sempat terjadi di tahun 2023.

Lahan yang terdampak kebakaran cukup luas yaitu mencapai 504 hektare yang mencakup wilayah Kabupaten Malang, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, dan Kabupaten Lumajang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.