Pelni Pastikan Pengelasan di KM Kelud Perawatan Rutin, Keselamatan Penumpang Tetap Prioritas
Eko Setiawan August 05, 2026 11:07 PM

TribunBatam.id, Batam – Pelni memastikan aktivitas pengelasan yang dilakukan di atas KM Kelud saat pelayaran dari Belawan menuju Karimun, Batam hingga Jakarta merupakan bagian dari perawatan rutin (running repair).

Hal itu dilakukan di bawah pengawasan ketat demi menjaga kesiapan alat keselamatan kapal.

Kepala Pelni Cabang Batam, Duta Kusuma merespon adanya keluhan mengenai keresahan sejumlah penumpang terhadap aktivitas pengelasan pada dudukan sekoci ketika kapal sedang berlayar.

Pekerjaan running repair tersebut, kata dia berada di bawah pengawasan ketat untuk memastikan keselamatan pelayaran yang menjadi prioritas kami.

Sebelumnya, sejumlah penumpang KM Kelud mengaku khawatir melihat adanya aktivitas pengelasan pada tiang dudukan sekoci sejak kapal bertolak dari Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara. 

Kekhawatiran muncul karena pekerjaan dilakukan saat kapal mengangkut banyak penumpang, termasuk penumpang non-seat.

Salah seorang penumpang tujuan Batam, Laksamana, mengaku melihat pekerjaan pengelasan berlangsung sejak Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 08.00 WIB hingga malam hari sekitar pukul 21.00 WIB.

"Kebetulan penumpang kapal sangat banyak, bahkan sampai non-seat juga ada. Tapi di saat yang sama dilakukan pekerjaan pengelasan. Kami sebagai penumpang sangat khawatir kalau terjadi sesuatu," ujarnya kepada TribunBatam, Rabu (5/8).

Menurutnya, selain memunculkan rasa cemas, aktivitas perbaikan juga membuat ruang gerak penumpang menjadi lebih terbatas karena sebagian lorong kapal digunakan untuk pekerjaan tersebut.

"Penumpangnya banyak, tetapi mereka melakukan pengelasan. Menurut kami ini sangat berisiko," katanya.

Laksamana juga menyoroti aspek keselamatan selama pekerjaan berlangsung. Ia mengaku tidak melihat adanya alat pemadam api ringan (APAR) di sekitar lokasi pengelasan.

"Bahkan saat pengerjaan di lorong kapal, kami tidak melihat ada pemadam kebakaran yang disiapkan. Yang ada hanya selang. Jadi kalau terjadi kebakaran, kami tidak tahu bagaimana penanganannya," ucapnya.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, manajemen Pelni menegaskan bahwa pekerjaan yang dilakukan bukan merupakan perbaikan akibat kerusakan, melainkan bagian dari program pemeliharaan rutin terhadap fasilitas keselamatan kapal.

Sebelumnya, Kepala Operasional Pelni Batam, Mulyadi, menjelaskan pekerjaan itu merupakan perawatan pada sekoci nomor 4, tepatnya di bagian tiang dudukan sekoci.

"Para pekerja sedang melakukan perawatan rutin sekoci nomor 4. Untuk lebih jelasnya nanti bisa ditanyakan langsung kepada pihak kapal," katanya.

Mulyadi menjelaskan, pekerjaan seperti itu merupakan hal yang lazim dilakukan menjelang kapal menjalani docking wajib tahunan.

"Pengalaman saya selama 23 tahun berlayar, hal ini biasa dan wajar dilakukan, terutama saat kapal menjelang pelaksanaan dock tahunan. Biasanya ABK mencicil pekerjaan sehingga saat docking nanti prosesnya bisa tepat waktu," ujarnya.

Ia menambahkan, KM Kelud dijadwalkan menjalani docking wajib tahunan pada akhir Agustus 2026. (TribunBatam.id/bereslumbantobing)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.