Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran memastikan hingga Rabu (5/8/2026) malam belum menerima laporan kerusakan akibat gempa bumi Mgnitudo 5,3 yang mengguncang wilayah Pangandaran.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi, mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan di lapangan sambil menunggu laporan dari berbagai wilayah.
"Belum ada laporan kerusakan. Saat ini masih dalam proses pendataan dan menunggu informasi," ujar Dodo dihubungi Tribun Jabar melalui WhatsApp, Rabu malam.
Terkait potensi gempa susulan maupun ancaman tsunami, Dodo berharap kondisi tetap aman dan tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar.
"Mudah-mudahan tidak terjadi. Gempa ini memang cukup dangkal meskipun pusatnya berada di laut," katanya.
Baca juga: Breaking News - Gempa M5,3 Guncang Pangandaran, Warga Panik Berhamburan Keluar Rumah
Ia mengimbau masyarakat agar tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
"Masyarakat tetap tenang, jangan panik, tetapi harus tetap waspada terhadap kemungkinan hal-hal yang tidak diinginkan," ucap Dodo.
Sebelumnya, berdasarkan data BMKG, gempa bumi terjadi pada Rabu, 5 Agustus 2026, pukul 21.55.41 WIB dengan magnitudo 5,3.
Episentrum gempa berada di koordinat 8,12 Lintang Selatan dan 107,91 Bujur Timur atau sekitar 79 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dengan kedalaman 18 kilometer.
Getaran gempa dirasakan oleh warga di sejumlah wilayah Kabupaten Pangandaran dan sempat membuat masyarakat keluar rumah. (*)
Baca juga: Gempa M5,3 Guncang Pangandaran Terasa hingga Ciamis, Warga Berhamburan Keluar Rumah