Curhatan Yurizal Pasien BPJS Ngeluh 8 Jam Belum Dapat Ruangan Dinyinyiri Nakes, Kini Meninggal Dunia
Rusaidah August 05, 2026 06:35 PM

 

POSBELITUNG.CO -- Viral curhatan Yurizal, pemuda yang membuat keluhan 8 jam belum mendapat ruangan di sebuah rumah sakit hingga dinyinyiri nakes (tenaga kesehatan) meninggal dunia.

Curhatan pemuda pengguna BPJS Kesehatan itu viral.

Diketahui Yurizal meninggal pada Jumat 31 Juli 2026 atau delapan hari setelah ia mengunggah curhat di  media sosial Threads.

Sebelumnya, ia membuat Unggahan pada 22 Juli 2026 melalui akun Threads pribadinya.

Hingga Rabu (5/8/2026) pukul 09.08 WIB, postingan itu telah memperoleh lebih dari 45.100 tanda suka, sekitar 23.100 komentar, dibagikan ulang sebanyak 6.000 kali, dan dibagikan melalui fitur share sekitar 7.600 kali.

Dalam unggahannya, Yurizal menceritakan dirinya harus menunggu selama delapan jam namun belum mendapatkan ruang rawat inap.

"8 jam belum dapat ruangan. Gamau spill RS nya, soalnya gue pake BPJS," tulis Yurizal.

Baca juga: Gubernur Hidayat Arsani Sambut Kedatangan Menteri Wihaji di Bangka Belitung

Unggahan tersebut kemudian memicu berbagai tanggapan. Di antara ribuan komentar, terdapat sejumlah respons dari akun yang mengaku sebagai tenaga kesehatan dan dokter yang menuai kritik karena dinilai tidak menunjukkan empati.

"Kalo full, mau dipindahkan kemana ? mau di lantai? Gk ada hubungannya sama BPJS atau nggak BPJS yg make banyak, otomatis yg dirawat juga banyak, ga cuma u sendiri. Kalo mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong. Ngeselin dah, nakes/RS bahkan pemerintah melalui BPJS berusaha bantuin, masyarakatnya malah gini," tulis dokter dengan akun @bennychrstn.

"Potong aja kak nadinya nanti juga cepet dapet ruangan," tulis tenaga kesehatan dengan akun @widhiyarini.

"PP nya kayak orang have tapi aslinya haven't kah? haven't some brain cell," tulis dokter @erudarahaadini.

Keluarga Konfirmasi Yurizal Meninggal

Beberapa hari setelah unggahan tersebut viral, keluarga mengonfirmasi bahwa Yurizal telah meninggal dunia pada 31 Juli 2026.

"Yurizal sender ini sepupu saya, sudah meninggal 31 juli kemarin, karena terlambat ditanganin RS karena sudah gawat bgt. Maafin sepupu saya kalo curhat gini di threads, sebelumnya dia sakit ga pernah cerita2 kmn bahkan ke keluarga, apa2 nyimpen sendiri, sudah ya jgn ada hate lg di sini," tulis pengguna Threads @hilperd.

Kesaksian lain datang dari sahabat dekat almarhum yang mengaku mendampingi Yurizal sejak pertama kali masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) hingga mengembuskan napas terakhir.

"Saya sahabat dekat Alm Yurizal. Saya yang tau riwayat penyakit Alm dari awal sampai Alm hembuskan nafas terakhir. Saya yang betul betul mendampingi Alm dari awal masuk IGD, nunggu CT Scan sampai 48 jam, dapat ruangan setelah 2 hari di IGD, dan bahkan ketika Alm mau masuk HCU ruangan penuh, akhirnya Alm diberikan tindakan khusus di ruang ranap. Saya juga bersaksi, alm menangis dan sedih lihat threads ini. Alm capek, lelah, tapi saya gak ada di sebelah nya jadi beliau luapkan rasa sedih nya di sin," katanya.

Menurut sahabatnya, Yurizal juga memilih menjauh dari media sosial setelah unggahannya ramai menjadi perbincangan.

"Ketika baca threads ini, Alm kondisi menurun dan sudah tidak megang alat komunikasi, airplane mode karena gk mau buka social media lagi. Saya mewakili keluarga dan sahabat, Mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar besar nya untuk Alm Yurizal. Semoga Alm Yurizal Tri Chaerawan, sahabat saya di berikan tempat yang terbaik di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Aamiin," katanya.

Kasus tersebut turut menarik perhatian drg. Mirza Mangku Anom, Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi, yang menyayangkan munculnya komentar bernada kasar kepada pasien.

"Ini ada apa kok rame banget saya di mention di utas ini? --------------- Ternyata setelah baca2 komentarnya kok banyak dokter/nakes yg ketikannya bisa sejahat itu sama pasien ya? ???? Utk yg pada jahat ketikannya: Yapping di thread silahkan saja, tapi setidaknya OTAKMU dipake mikir! Niatmu sok asik kan komen salty gitu ke pasien? Biar keliatan keren ketikannya pedes gitu?" tulisnya.

Peristiwa tersebut memicu perdebatan luas mengenai pentingnya empati dan profesionalisme tenaga kesehatan dalam berinteraksi dengan pasien, termasuk di media sosial.

Nakes Minta Maaf

Setelah menuai kritik, tiga tenaga kesehatan yang komentarnya viral akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

Dokter Benny Christian Sihombing mengaku menyesal atas komentarnya dan turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum.

"Selamat malam semuanya, nama saya Benny Christian Sihombing, saya ingin menyampaikan permohonan maaf atas ketikan saya di Thread, saya juga ingin menyampaikan turut berduka cita kepada pemilik utas yaitu almarhum Yurizal, saya berdoa semoga segenap keluarga diberikan penghiburan," ucap Benny.

Permintaan maaf juga disampaikan Widhiyarini Pangestika yang mengakui komentarnya telah menambah beban emosional keluarga Yurizal.

"Nama saya Widhiyarini Pangestika, pertama saya turut berduka cita atas meninggalnya Yurizal, semoga amal ibadahnya dapat diterima di sisi Allah aamiin. Saya mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak keluarga almarhum Yurizal atas utas saya yang menambah beban emosional dan luka pada keluarga. Saya menyadari kesalahan saya dan ketidakprofesionalan saya sebagai tenaga kesehatan," ujar Widhiyarini.

Sementara itu, dokter Elda Putri Rahadini juga mengunggah permohonan maaf melalui media sosial dan mengakui komentarnya tidak mencerminkan empati terhadap pasien.

"Saya Elda Putri Rahardini, dengan penuh kesadaran, kerendahan hati, dan penyesalan yang mendalam, ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar almarhum Yurizal, teman-teman, kerabat, serta seluruh masyarakat luas.

Melalui pernyataan ini, saya mengakui sepenuhnya bahwa komentar yang saya tuliskan melalui akun media sosial saya beberapa waktu lalu sangatlah tidak pantas, tidak etis, dan menunjukkan ketiadaan empati.

Saya menyadari bahwa tulisan saya telah melukai hati banyak pihak, terutama di tengah situasi sulit yang saat itu sedang dihadapi oleh almarhum saat mencari penanganan medis," tulis Elda.

(Tribun Jakarta/tribun Jateng/Surya.co.id/Pos Belitung)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.