Sidang di Pengadilan Arbitrase Olahraga telah memutuskan perkara ini berpihak kepada Aston Villa, sebuah hasil yang sangat melegakan bagi klub tersebut.
Aston Villa harus membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) agar diizinkan mendaftarkan seorang pemain asing—meski sang pemain merupakan pemain internasional junior Inggris dan lahir di Inggris.
FIFA sebelumnya tidak mengizinkan Aston Villa mendaftarkan Brian Madjo yang baru berusia 17 tahun ke dalam skuad mereka ketika ia direkrut dari klub Prancis, Metz, pada Januari dengan nilai transfer £10 juta.
Situasi itu terjadi karena meskipun ia lahir di Enfield, Madjo sebagian besar dibesarkan di Luksemburg dan meniti jalur akademi di negara tersebut sebelum pindah ke Prancis untuk menuntaskan pendidikan sepak bolanya.
Hal ini terdengar janggal jika dikaitkan dengan badan sepak bola dunia saat ini, tetapi larangan FIFA sepenuhnya didasarkan pada aturan yang masuk akal terkait perlindungan anak.
Pasal 19 FIFA melarang transfer internasional pemain di bawah usia 18 tahun kecuali dalam keadaan terbatas, termasuk perpindahan antarnegara anggota Uni Eropa—dan tentu saja, Britania Raya kini bukan lagi anggota Uni Eropa. Madjo, yang sempat tampil tiga kali dalam laga persahabatan untuk Luksemburg sebelum beralih membela Inggris, juga tidak membantu posisi Villa ketika mereka pertama kali menyampaikan pembelaan kepada FIFA.
Namun demikian, meski alasan lengkap putusannya belum dipublikasikan, CAS tampaknya menilai bahwa walaupun kasus Madjo tidak sepenuhnya masuk ke salah satu pengecualian FIFA, situasinya cukup kuat untuk memutuskan perkara demi kepentingan Villa dan mengizinkannya didaftarkan ke skuad Unai Emery untuk musim yang akan datang.
Pernyataan klub berbunyi: "Aston Villa dapat mengonfirmasi bahwa banding klub ke Pengadilan Arbitrase Olahraga terkait pendaftaran Brian Madjo telah dikabulkan.
"Madjo yang berusia 17 tahun bergabung dengan klub dari Metz pada Januari. Lahir di Enfield, London, dan merupakan warga negara Britania Raya, ia meninggalkan Inggris saat masih kecil dan dibesarkan di Luksemburg, tetapi tidak dapat bermain karena aturan FIFA mengenai transfer internasional pemain di bawah umur.
"Penyerang tersebut sejauh ini telah mencetak empat gol pada pramusim, termasuk dua gol dalam laga persahabatan pembuka melawan Walsall.
"Keputusan pengadilan hari ini berarti Brian akan didaftarkan sebagai pemain Aston Villa dan berhak tampil dalam pertandingan kompetitif resmi pada musim mendatang."
Rekan-rekan setim Madjo melihat sisi lucu dari situasi ini, dengan John McGinn menanggapi: "Pemain Inggris diizinkan bermain di Inggris #freemadjo", yang jelas membuat Matty Cash terhibur.
Madjo sendiri memang telah bermain untuk Villa pada pramusim, karena larangan tersebut hanya berlaku untuk pertandingan resmi yang bersifat kompetitif.
Kemampuan untuk mendaftarkan talenta muda yang sangat menjanjikan ini menjadi kabar baik bagi klub, yang jika tidak demikian akan tetap tidak bisa memainkan Madjo dalam laga tim senior sampai ia berusia 18 tahun pada Januari.
Kini mereka dapat memasukkan Madjo ke dalam perencanaan kedalaman skuad untuk musim yang akan datang.