Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Sebanyak 400 peserta dari Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Maluku mengikuti Perkemahan Jambore Nasional (Jamnas) XII 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta.
Jamnas merupakan pertemuan besar Pramuka Penggalang se-Indonesia dalam bentuk perkemahan yang diselenggarakan oleh Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka pada 13–20 Agustus 2026.
Kontingen Maluku secara resmi dilepas oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, yang diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Maluku, Kasrul Selang, di Kantor Kwarda Maluku, Rabu (5/8/2026).
Baca juga: Pendapatan SBT 2025 di Didominasi Dana Transfer Pempus, PAD Hanya 8,73 Persen
Baca juga: Direktur CV Basudara Kembalikan Rp100 Juta, Kasus Korupsi Proyek Jalan Buru Tetap Berlanjut
Kontingen Maluku secara resmi dilepas oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, yang diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Maluku, Kasrul Selang, di Kantor Kwarda Maluku, Rabu (5/8/2026).
Prosesi pelepasan dihadiri jajaran pengurus Kwarda Maluku, mulai dari wakil ketua, andalan daerah, pengurus Pusdiklatda, Pusdatin, Pramuka Peduli, hingga Dewan Kerja Daerah (DKD) Maluku.
Rombongan dijadwalkan bertolak ke Jakarta menggunakan KM Ngapulu pada Kamis (6/8/2026) dini hari.
Kontingen terdiri dari Pramuka Penggalang dan pembina dari seluruh Kwartir Cabang se-Maluku, dengan rincian 171 peserta putra, 157 putri, 41 pembina pendamping, 16 pinkoncab, serta 12 pinkonda dan pendukung.
Ketua Pimpinan Kontingen Daerah (Pinkonda) Maluku, Saiful Almaskaty, menyampaikan bahwa keberangkatan peserta dibagi dalam dua tahap.
Tahap pertama telah dilakukan oleh kontingen dari Kwarcab Kabupaten Kepulauan Aru, Kota Tual, dan Maluku Tenggara pada 17 Juli, dan kini telah tiba di lokasi perkemahan. Tahap kedua berasal dari Kwarcab Kota Ambon, Seram Bagian Timur, Seram Bagian Barat, Maluku Tengah, dan Buru, yang dijadwalkan berangkat dini hari.
"Peserta sudah dijadwalkan untuk berangkat dan pulang menggunakan kapal laut dan sudah dijadwalkan," ujarnya.
Kontingen Maluku direncanakan kembali pada 20 Agustus 2026 menggunakan angkutan laut.
Dalam sambutan Gubernur Maluku yang dibacakan Kasrul Selang, disampaikan bahwa pemerintah saat ini menghadapi keterbatasan anggaran. Namun demikian, hal tersebut dinilai bukan hambatan, melainkan ujian bagi Pramuka Maluku.
"Anggota Pramuka sejati tidak dibentuk dari fasilitas yang mewah melainkan ketangguhan mental, ketrampilan bertahan hidup dan kemampuan inovasi," tungkasnya.
Ia juga berharap para peserta dapat menjaga nama baik daerah serta identitas budaya Maluku selama mengikuti kegiatan.
Selain itu, para pembina dan pimpinan kontingen diminta untuk terus mendampingi dan mengawasi peserta selama rangkaian kegiatan berlangsung.
"Saya menitipkan pesan penting jaga nama baik daerah dan jaga kesehatan ditengah kondisi cuaca yang tidak menentu ini," harapnya.(*)