Sosok Saepullah, Pelaku Mutilasi di Depok, Diduga Penyuka Sesama Jenis, Kenal Korban Lewat Medsos
Nuryanti August 05, 2026 07:38 PM

TRIBUNNEWS.com - Pelaku pembunuhan disertai mutilasi terhadap Kunaefi (51) di Kota Depok, Jawa Barat, Saepullah (26), ditangkap pada Rabu (5/8/2026), saat dalam perjalanan melarikan diri ke wilayah Pandeglang, Banten.

Jasad Kunaefi ditemukan tanpa kaki di dalam karung di kawasan Tanah Merah, Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok, Selasa (4/8/2026).

"Dari hasil penyelidikan, pelaku berhasil diamankan di wilayah Panimbang, Kabupaten Pandeglang," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, Rabu.

Saepullah selama ini diketahui mengontrak di Jalan Belimbing RT 03/RW 05, Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, bersama rekan prianya, bukan Kunaefi.

Namun, selama mengontrak di kawasan tersebut, ia belum pernah melapor kepada pengurus lingkungan setempat.

"Waktu pertama kali keliling kegiatan Ramadan sekitar 6-7 bulan lalu, saya ketemu mereka (Saepullah dan rekannya) dan mengingatkan untuk lapor membawa KTP dan KK," kata Ketua RT 03/RW 05 Cipayung Jaya, Aris, di lokasi, Rabu, dilansir Wartakotalive.com.

"Tapi sampai kejadian ini, mereka belum sempat lapor dengan alasan berangkat pagi pulang malam," lanjutnya.

MUTILASI DEPOK - Tim Inafis Polri melakukan olah TKP kasus mutilasi di wilayah Cipayung, Depok, Rabu (5/8/2026). Sebuah rumah kontrakan berlantai dua didatangi polisi dan Tim Inafis Polri.
MUTILASI DEPOK - Tim Inafis Polri melakukan olah TKP kasus mutilasi di wilayah Cipayung, Depok, Rabu (5/8/2026). Sebuah rumah kontrakan berlantai dua didatangi polisi dan Tim Inafis Polri. (Tribun Depok/M Rifqi Ibnumasy/Tribun Depok/M Rifqi Ibnumasy)

Baca juga: Pelaku Beberkan Awal Mula Pembunuhan dan Mutilasi di Depok, Berawal dari Pertemuan di Kontrakan

Kepada Aris, Saepullah mengaku ia dan rekannya berteman. Keduanya ingin membuka usaha makanan bersama

"Mereka (Saepullah dan rekannya) ngakunya berteman, mau usaha bareng. Kalau tidak salah ketoprak atau martabak," ujar Aris.

Keberadaan Saepullah yang mengontrak bersama rekannya turut diamini tetangga bernama Sunardi.

Ia mengatakan Saepullah merupakan penghuni baru di lingkungan RT 03/RW 05 Cipayung Jaya.

"Datang dan tinggal bersama satu orang teman," ucap Sunardi, Rabu, dikutip dari TribunnewsDepok.com.

Selama ini, lanjut Sunardi, Saepullah dan rekannya tidak banyak beraktivitas di siang hari.

Namun, menurut dia, Saepullah selama ini tak menunjukkan gelagat aneh.

"Tidak banyak beraktivitas pada siang hari," ungkapnya.

Diduga Penyuka Sesama Jenis

Meski Saepullah tak mengontrak bersama Kunaefi, keduanya disebut kerap bertemu.

Katimsus 2 Resmob Polda Metro Jaya, Ipda Breggy Yesaya Imanuel Sutijono, mengungkapkan Saepullah dan korban hanya sebatas kenal sama kenal.

Keduanya berkenalan lewat media sosial.

Breggy menyebut Saepullah dan korban diduga merupakan penyuka sesama jenis.

Terkait motif pembunuhan dan mutilasi oleh Saepullah, kata Breggy, pihaknya masih melakukan pendalaman.

"Untuk motif pembunuhan sendiri sedang kami dalami, namun ditemukan fakta bahwasanya pelaku diduga merupakan penyuka sesama jenis," ujar Breggy, Rabu.

Kronologi Pembunuhan

Kasus pembunuhan terhadap Kunaefi bermula saat korban dan Saepullah janji bertemu di kontrakan pelaku pada 23 Juli 2026.

Namun, pertemuan itu berujung cekcok yang membuat Saepullah menusuk Kunaefi.

Tak berhenti sampai di situ, Saepullah melakukan kekerasan terhadap Kunaefi menggunakan senjata tajam (sajam) hingga korban tewas.

Untuk menghilangkan jejak, Saepullah memutilasi tubuh korban pada bagian pangkal paha.

Jasad korban lantas dibungkus menggunakan plastik hitam dan dimasukkan ke dalam karung, lalu dibuang ke kawasan Tanah Merah, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok.

Sementara, kedua potongan kaki korban dibuang ke aliran sungai di kawasan Pitara yang masih masuk Kecamatan Pancoran Mas.

Usai melakukan aksinya, Saepullah menjual sepeda motor korban di kawasan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, dalam pelariannya.

"Setelah melakukan aksinya, pelaku membawa sepeda motor milik korban ke Panimbang, Kabupaten Pandeglang, untuk kemudian dijual," ungkap Kombes Budi Hermanto.

Jasad korban ditemukan pada Selasa, setelah seorang warga membakar sampah.

Karung berisikan jasad korban itu dikira sampah, sehingga dibakar.

Saat api membakar karung, warga melihat bagian tubuh manusia di dalamnya dan langsung melaporkan temuan itu kepada pihak kepolisian.

Polsek Pancoran Mas bersama Tim Inafis Polres Metro Depok kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan identifikasi terhadap jasad korban.

Sebelum kasus terkuak istri korban melaporkan suaminya yang tak kunjung pulang sebagai orang hilang ke Polres Metro Depok pada 25 Juli 2026.

(Tribunnews.com/Pravitri Retno W/Reynas Abdila, Wartakotalive.com/M Rifqi Ibnumasy, TribunnewsDepok.com/Ramadhan LQ)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.