Kemarau 2026 Meluas, BPBD Tulungagung Salurkan Air Bersih ke 2 Desa dan Siapkan 17 Tandon Air
faridmukarrom August 05, 2026 08:47 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG – Dampak musim kemarau 2026 di Kabupaten Tulungagung mulai meluas. Jika sebelumnya hanya satu desa yang mengalami kesulitan air bersih, kini jumlahnya bertambah menjadi dua desa.

Desa terbaru yang mengalami kekeringan adalah Desa Rejosari, Kecamatan Kalidawir. Sebelumnya, Desa Kalidawe, Kecamatan Pucanglaban, telah lebih dulu mengajukan bantuan air bersih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung.

Sekretaris BPBD Tulungagung, M Fairuza Alhida, mengatakan pihaknya telah menyalurkan bantuan air bersih sesuai permohonan yang diajukan pemerintah desa.

"Kami sudah mengirimkan bantuan air bersih ke dua desa ini. Desa Kalidawe dua tangki, dan Desa Rejosari satu tangki," jelas Fairuza, Rabu (5/8/2026).

BPBD Salurkan 17 Tandon Air

Selain bantuan air bersih, BPBD juga menyalurkan 17 unit tandon air berkapasitas besar untuk membantu warga menyimpan cadangan air selama musim kemarau.

Menurut Fairuza, tandon tersebut didistribusikan ke sembilan desa yang dipetakan berpotensi mengalami kekeringan.

"Kami sudah menyalurkan 17 tandon untuk sembilan desa yang berpotensi mengalami kekeringan," ujarnya.
Salah satu desa penerima tandon adalah Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo, yang menjadi satu-satunya wilayah di kawasan utara Tulungagung, lereng Gunung Wilis, yang masuk kategori rawan kekeringan.

Sementara desa lainnya berada di Kecamatan Tanggunggunung, yakni Desa Tenggarejo, Kresikan, Tanggunggunung, Jengglungharjo, Pakisrejo, Ngepoh, dan Ngrejo.

Satu desa lainnya berada di Kecamatan Pucanglaban, yaitu Desa Sumberdadap.

Ajukan Tambahan Bantuan ke BPBD Jatim

Mengantisipasi dampak kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga akhir 2026, BPBD Tulungagung juga mengajukan tambahan bantuan kepada BPBD Provinsi Jawa Timur.

Bantuan yang diajukan meliputi 50 unit tandon air, 50 tandon lipat, 50 gepyok api untuk penanganan kebakaran hutan, 200 jeriken, dua tenda posko, serta 20 unit jet shooter.

Selain itu, BPBD juga mengusulkan bantuan berupa 20 pasang sepatu bot, 20 kaus lapangan, 30 paket tambahan gizi, dan 30 paket makanan siap saji.

"Semua daftar itu telah kami ajukan ke BPBD provinsi, harapannya bisa disetujui," kata Fairuza.

Menurut Fairuza, bantuan tersebut sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi krisis air bersih sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.

Apalagi, musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung hingga penghujung 2026.

"Harapannya kemarau jangan sampai mengganggu kehidupan warga," pungkasnya.
 
(David Yohanes/Tribunmataraman.com) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.