TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang Hari mencatat sebanyak 107 titik panas (hotspot) dan 52 titik api (fire spot) di wilayah Kabupaten Batang Hari sepanjang periode 1 Januari hingga 2 Agustus 2026.
Akibat kejadian tersebut, total luas lahan yang terbakar mencapai 54,2288 hektare.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Batang Hari, jumlah hotspot dan fire spot berfluktuasi sejak awal tahun. Pada Januari tercatat 13 hotspot dan lima fire spot, Februari delapan hotspot dan satu fire spot, Maret 13 hotspot dan enam fire spot, April delapan hotspot dan empat fire spot, serta Mei empat hotspot dan satu fire spot.
Kenaikan signifikan mulai terjadi pada Juni dengan 25 hotspot dan 10 fire spot. Jumlah tersebut kemudian mencapai puncaknya pada Juli 2026 dengan 34 hotspot dan 22 fire spot.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana (Plt Kalaksa) BPBD Kabupaten Batang Hari, Solihin, mengatakan persebaran 107 hotspot didominasi oleh beberapa wilayah.
"Maro Sebo Ulu mencatatkan hotspot tertinggi yakni 30 titik (28 persen), disusul Bajubang 27 titik (25,2 persen), Muara Tembesi 15 titik (14 persen), Batin XXIV 15 titik (14 persen), Muara Bulian 10 titik (9,3 persen), Mersam 5 titik (4,7 persen), Maro Sebo Ilir 3 titik (2,8 persen), dan Pemayung 2 titik (1,9 persen)," jelasnya.
Solihin menegaskan Tim Gabungan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terdiri atas BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Damkar, dan masyarakat terus bekerja di lapangan untuk melakukan pemadaman serta pendinginan guna mewujudkan Batang Hari bebas Karhutla.
Menghadapi puncak musim kemarau, BPBD Kabupaten Batang Hari mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mencegah kebakaran hutan dan lahan melalui empat langkah utama, yakni:
1. Dilarang membuka lahan dengan cara membakar, guna mencegah timbulnya titik api baru yang memicu kebakaran meluas.
2. Dilarang membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area semak kering, perkebunan, atau kawasan hutan yang mudah terbakar.
3. Dilarang membakar sampah, khususnya di area terbuka yang berpotensi menyebarkan percikan api akibat tiupan angin.
4. Peduli lingkungan untuk masa depan, dengan aktif menjaga kelestarian alam serta segera melaporkan potensi atau titik api kepada petugas.
Meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dengan menjaga kelestarian alam serta segera melaporkan potensi maupun titik api kepada petugas.
"Jika masyarakat menemukan titik api atau aktivitas pembakaran lahan, segera laporkan ke Call Center BPBD Batang Hari di nomor 0811-7466-446 atau Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) di 0811-7480-112. Mari bersama kita tangguh, Batang Hari aman," pungkasnya.
Berikut rincian penanganan pemadaman dan pendinginan fire spot beserta luas lahan yang terbakar di delapan kecamatan:
1. Bajubang: 14 fire spot (Luas terbakar: 18,7 Ha)
2. Batin XXIV: 6 fire spot (Luas terbakar: 8,4543 Ha)
3. Muara Bulian: 15 fire spot (Luas terbakar: 7,3295 Ha)
4. Muara Tembesi: 6 fire spot (Luas terbakar: 6,095 Ha)
5. Pemayung: 2 fire spot (Luas terbakar: 5,25 Ha)
6. Mersam: 5 fire spot (Luas terbakar: 4,35 Ha)
7. Maro Sebo Ulu: 2 fire spot (Luas terbakar: 3,25 Ha)
8. Maro Sebo Ilir: 2 fire spot (Luas terbakar: 0,8 Ha)
Baca juga: 511 Hotspot Karhutla di Tanjab Barat, Bupati Koordinasi Mitigasi