Operasi SAR Ditutup, Keluarga Kru KMP Mutiara Sentosa II Masih Menanti Kepastian
Titis Jati Permata August 05, 2026 10:32 AM

 

SURYA.co.id, SURABAYA – Penutupan operasi SAR khusus insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II belum mengakhiri penantian Anton.

Hingga Selasa (4/8/2026), ia masih berkeliling mencari kepastian nasib saudaranya, Abdul Manan, yang bekerja sebagai koki di kapal nahas tersebut.

Sejak insiden kebakaran terjadi di perairan utara Sumenep pada Minggu (2/8/2026), Anton telah mendatangi rumah sakit, posko terpadu, hingga berkoordinasi dengan perusahaan tempat Abdul Manan bekerja.

Namun, seluruh upaya itu belum membuahkan hasil.

Baca juga: PT ALP Beberkan Kronologi dan Awal Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di Perairan Sumenep

Nama Tak Ada di Daftar Korban

Anton mengatakan, Abdul Manan dipastikan bertugas sebagai kru katering di KMP Mutiara Sentosa II saat kapal terbakar.

"Adik saya bekerja sebagai koki katering di kapal. Kami sudah mencari ke berbagai tempat dan mengonfirmasi ke petugas. Informasinya, pencarian masih terus dilakukan karena dia merupakan kru kapal," ujar Anton kepada SURYA.co.id, di Posko Terpadu Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Selasa (4/8/2026).

 

Menurutnya, hingga kini nama Abdul Manan tidak tercantum dalam daftar korban selamat maupun korban meninggal dunia.

"Di rumah sakit tidak ada. Di daftar korban yang selamat juga tidak ada," katanya.

Terpisah Saat Menyelamatkan Diri

Anton mengaku tidak sempat berkomunikasi dengan saudaranya setelah kebakaran terjadi.

Saat proses evakuasi berlangsung, seluruh alat komunikasi korban disebut tidak dapat digunakan.

"Waktu evakuasi tidak ada yang bisa dihubungi karena semua telepon seluler mati," tuturnya.

Meski demikian, ia yakin Abdul Manan berada di atas kapal saat insiden terjadi.

Keyakinan itu diperkuat dengan video yang beredar di media sosial yang memperlihatkan korban mengenakan jaket pelampung.

"Saya melihat video yang beredar. Dia terlihat memakai life jacket. Dari informasi yang kami terima, saat melompat ke laut dia terpisah dari temannya," ujarnya.

Tetap Berharap Ditemukan

Meski Basarnas telah menghentikan operasi SAR khusus dan melanjutkan penanganan melalui operasi SAR rutin, Anton mengaku belum kehilangan harapan.

Ia berharap Abdul Manan dapat segera ditemukan sehingga keluarga memperoleh kepastian atas nasibnya.

"Kami hanya berharap dia bisa ditemukan, apa pun kondisinya. Soal keputusan operasi SAR dihentikan, saya belum bisa banyak berkomentar karena saudara saya sampai sekarang belum ditemukan," ucapnya.

Sebelumnya, Abdul Manan dipastikan tidak berada dalam rombongan 62 korban selamat yang tiba di Surabaya menggunakan KN Masalembu pada Selasa (4/8/2026).

Hingga kini, pihak keluarga masih terus berkoordinasi dengan perusahaan dan petugas untuk mencari kepastian keberadaannya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.