Kendari (ANTARA) - Mining Industry Indonesia (MIND ID) menilai keberadaan proyek PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) di Blok Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), memberikan dampak berganda (multiplier effect) yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Komisaris MIND ID Komjen Pol Muhammad Fadil Imran di Kolaka, Rabu, mengatakan bahwa kehadiran kawasan industri tersebut telah menggerakkan berbagai sektor ekonomi penunjang di masyarakat lokal, mulai dari jasa transportasi, kuliner, perhotelan, pariwisata, hingga penyerapan tenaga kerja.
"Masyarakat sangat berterima kasih. Saya juga mendengarkan dari Pak Bupati bahwa dengan adanya kawasan industri dan kehadiran PT Vale memberikan dampak ikutannya, mulai dari bisnis truk, kuliner, wisata, hotel, dan sebagainya, termasuk penyerapan tenaga kerja," kata Fadil.
Ia menegaskan pentingnya menjaga iklim investasi yang aman dan kondusif melalui sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat agar keberlanjutan Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) dapat berjalan optimal.
"Jadi kita sepatutnya mendukung semua, tidak membuat kegaduhan yang berdampak bukan hanya kepada Kolaka dan Sulawesi Tenggara, tetapi juga nama baik Indonesia. Semua persoalan bisa diselesaikan asal hati jernih, pikiran jernih, dan tujuannya untuk kemajuan bersama," ujarnya
Sementara itu Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale Budiawansyah menyampaikan bahwa perusahaan berkomitmen memastikan setiap tahapan pembangunan IGP Pomalaa berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan, kepatuhan hukum, dan tata kelola yang baik.
"Bagi PT Vale, keberhasilan IGP Pomalaa tidak hanya diukur dari kemajuan fisik proyek, tetapi juga dari kemampuan kami menjaga kepercayaan masyarakat, mematuhi regulasi, dan menghadirkan manfaat jangka panjang bagi daerah," ucap Budiawansyah.
Senada dengan itu, Chief Project Officer PT Vale Muhammad Asril menjelaskan bahwa fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) yang dibangun bersama mitra di Pomalaa dirancang untuk menghasilkan Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) dengan kapasitas sekitar 120.000 ton nikel dan 15.000 ton kobalt per tahun.
"Produk tersebut menjadi bahan baku penting dalam mendukung rantai pasok baterai kendaraan listrik global," sebutnya.
Melalui sinergi erat antara MIND ID, PT Vale, pemerintah, dan masyarakat, proyek strategis nasional ini diharapkan dapat terus memacu pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.





