Ini Penjelasan BPJN Sulawesi Utara Soal Perbaikan Jalan Lubang Manado-Tomohon di Winangun
Indry Panigoro August 05, 2026 12:22 PM

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara (Sulut) ngebut perbaikan lubang jalan di ruas jalan Manado-Tomohon di Kelurahan Winangun Atas, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Kasatker PJN Wikayah 1 BPJN Sulawesi Utara Ringgo Radetyo menuturkan, pihaknya tengah menggenjot proses pengerjaan incasing dan penambalan jalan.

"Petugas saat ini tengah menggejot proses pengerjaan incasing dan penambalan jalan untuk menjamin kelancaran lalu lintas," katanya Rabu (5/8/2026).

Ungkap dia, proses Incasing bakal berlangsung paling lambat dua hari ke depan.

Setelah itu dilanjutkan dengan penambalan jalan.

"Paling lambat dua hari ke depan, kita selesaikan penambalan jalan sepenuhnya, jadi, program kami adalah preservasi jalan, minimal tidak ada gangguan dalam kelancaran lalu lintas,” katanya.

Ia menjelaskan penyebab mengapa jalan itu rusak.

Bisa karena faktor volume lalu lintas yang tinggi serta beban kendaraan yang berat.

Juga usia pakai jalan yang telah memasuki masa penanganan kondisi.

Diakuinya faktor aliran air dapat memicu kerusakan jalan.

"Namun, kami terus menjaga fungsi jalan ini. Setelah penambalan tuntas, kami akan melanjutkan ke program pemeliharaan berikutnya,” katanya.

Ia mengimbau pengguna jalan dapat berhati hati saat melintasi area perbaikan selama pengerjaan berlangsung. 

Lubang di Winangun Jalan Manado - Tomohon Sulut Mulai Diperbaiki

Lubang di jalan Manado - Tomohon tepatnya di Kelurahan Winangun Satu, Minahasa, mulai diperbaiki, Selasa (4/8/2026).

Amatan Tribunmanado.com, Selasa siang, terlihat lubang lubang sudah lenyap, berganti galian yang menandakan proses pengerjaan.

Papan peringatan bertuliskan "hati hati ada pekerjaan" terpasang di sekitarnya.

Tak jauh dari papan itu tampak sejumlah pekerja yang sementara mengamati pengerjaan.

Keberadaan lubang jalan tersebut dituding sebagai salah satu penyebab kemacetan parah di lokasi tersebut.

Amatan Tribunmanado.com, Senin (3/8/2026), terdapat tak kurang dari tujuh lubang kecil dan besar dalam jarak yang berdekatan di jalan itu. 

Semua lubang berisi air.

Tanah disekitarnya basah.

Lubang paling besar berada dekat pertigaan jalan Ring Road Manado.

Sebuah batu terpacak di ujung lubang itu.

Aneka lubang dan sekitarnya yang tak rata membuat jalan itu mirip arena off road.

Kendaraan musti melintas pelan pelan, kadang berhenti beberapa detik untuk mencari keseimbangan di atas aneka lubang itu.

Ada pula kendaraan yang memilih menghindar dengan 

membelok dan ini mengganggu pengguna jalan dari sisi lainnya.

Akhir pekan lalu, lubang jalan itu sukses bikin macet tambah macet.

Informasi yang dihimpun Tribunmanado.com, kemacetan gara gara lubang itu terasa sejak Pom Bensin Warembungan hingga depan Citraland Manado.

"Semua mobil pelan pelan karena ada lubang besar sebelum pertigaan Ring Road," kata Fransiska seorang warga.

Menurut dia, itu lubang kambuhan. Sering ditambal namun sering pula rusak.

Ia menduga karena ada saluran air di sekitar jalan tersebut.

Andy salah satu warga mengatakan, lubang tersebut menyebabkan macet karena kendaraan musti pelan pelan melintas.

"Ini sangat terasa kalau akhir pekan dimana volume kendaraan meningkat pesat," katanya.

Dirinya meminta jalan itu segera diperbaiki. 

Karena merupakan salah satu jalan utama dan juga jalan ekonomi serta pariwisata.

"Ini jalan dari Manado ke daerah wisata seperti Minahasa dan Tomohon, jadi wajib diperbaiki," katanya. 

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Manado memastikan akan segera menangani saluran drainase yang menjadi penyebab kerusakan Jalan Raya Manado-Tomohon di Desa Winangun Atas, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

Kerusakan jalan tersebut diduga dipicu tersumbatnya saluran air usai pekerjaan pembangunan jaringan pipa air milik PDAM Wanua Wenang Manado yang dikerjakan Dinas PUPR Kota Manado.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kota Manado, Paul Titirlolobi, mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah perbaikan drainase yang bermasalah.

Namun sebelum pekerjaan dimulai, PUPR akan lebih dulu berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Winangun Atas agar proses pengerjaan berjalan lancar.

"Jangan sampai di saat kami sedang melakukan pekerjaan ada komplain dari warga setempat," ujar Paul, Senin (3/8/2026).

Ia menjelaskan, pembenahan saluran air menjadi prioritas agar genangan tidak lagi mengalir ke badan jalan yang berpotensi mempercepat kerusakan aspal. (Art)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.