Lucho Ungkap Kondisi Ruang Ganti Persib Jelang Final Piala Presiden 2026: Kami Amat Sangat Lelah
Drajat Sugiri August 05, 2026 11:30 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Faktor kelelahan dirasakan oleh para pemain Persib Bandung jelang final Piala Presiden 2026 melawan Persebaya yang akan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali pada Kamis (6/8/2026) malam.

Persib tiba di Bali pada Senin (3/8), hanya selang sehari langsung melakoni pertandingan semifinal melawan Persija.

Perjalanan dari Bandung ke Jakarta, kemudian ke Bali cukup membuat tim Maung Bandung terkuras secara energi.

Saat pertandingan, babak pertama berjalan normal dengan intensitas pertandingan yang cukup tinggi. Persib mampu mencetak dua gol lewat sontekan Uilliam Barros dan penalti Balsa Sekulic.

Namun, masalah baru terasa dalam 45 menit kedua. Intensitas permainan yang diperagakan anak asuh Igor Tolic mengendur sehingga membuat Persija mampu mengambil alih permainan hingga memperkecil ketertinggalan jelang waktu normal berakhir.

Beruntungnya bagi Persib, tidak ada gol tambahan yang tercipta setelah itu sehingga mereka memastikan satu tempat di babak final.

Igor Tolic mengakui kondisi anak asuhnya menurun di babak kedua, para pemain tampak kelelahan. Sementara tim besutan Shin Tae-yong mulai bermain lepas hingga menjaga ritme.

"Di babak pertama Persib bermain dengan baik. Lalu di babak kedua, kami melihat semua pemain sudah mulai kelelahan sementara Persija mulai tampil lepas," beber Igor Tolic usai laga, dikutip dari situs resmi klub.

Masalah itu juga diungkapkan oleh gelandang Persib, Lucho atau Luiciano Guaycochea. Masa adaptasi yang singkat dengan perubahan cuaca dan kondisi lapangan, waktu perjalanan, serta jadwal yang cukup padat membuat mereka tidak banyak memiliki waktu istirahat.

Walhasil, faktor kelelahan menjadi salah satu hal yang paling dirasakan oleh Lucho.

"Pendapat saya sejalan dengan pelatih," ungkapnya, dikutip dari BolaSport.

"Di babak pertama kami bermain dengan sangat baik. Agak sulit karena lapangan sangat kering dan cuacanya panas."

"Kami berangkat sehari sebelumnya dan seperti yang dikatakan pelatih, di babak kedua performa kami menurun karena kelelahan," sambungnya.

"Jika kalian semua bertanya kepada orang-orang yang berada di ruang ganti, saya tidak tahu bagaimana kami akan menjalani final nanti karena amat sangat lelah," jelasnya.

Setelah berhasil mengalahkan Persija, Lucho bersama rekannya hanya memiliki jeda satu hari sebelum laga final yang akan berlangsung pada 6 Agustus 2026.

Satu hari untuk masa recovery dan pematangan taktik dirasa sangat terbatas mengingat intensitas yang telah mereka mainkan selama beberapa pekan terakhir.

Lucho berharap para punggawa Persib dapat melewati masa ini dengan cepat sehingga saat pertandingan mereka dapat memberikan yang terbaik di lapangan.

Menurut Lucho, satu faktor yang membuat mereka dapat bertahan dalam kondisi ini adalah semangat tim serta dukungan dari para suporter.

Namun sayangnya, dukungan itu tidak akan terasa langsung untuk laga final.

Begitupun sebelumnya di babak 4 besar karenaketentuan turnamen yang menggelar pertandingan tanpa suporter dan digelar di tempat netral.

"Motivasi kami selalu tinggi, tapi dengan adanya para penggemar, terutama penggemar kami sendiri, itu memberi dorongan ekstra," ungkapnya.

"Menurut saya, kami bermain lebih baik dengan adanya suporter. Terkadang saat kami lelah, mereka mendorong kami untuk memberikan yang terbaik."

"Jadi, tidak menyenangkan bermain tanpa suporter."

"Keputusan itu tidak ada di tangan kami. Kami harus bermain, mengambil motivasi ekstra, dan berusaha yang terbaik untuk membawa Piala ke Bandung," tutupnya.

Dengan waktu pemulihan yang sangat terbatas, Persib dituntut memaksimalkan proses recovery agar kembali berada dalam kondisi terbaik saat menghadapi Persebaya.

Jika tidak, faktor kebugaran berpotensi menjadi penentu dalam perebutan gelar juara Piala Presiden 2026.

(Tribunnews.com/Sina, BolaSport/Wila Wildayanti).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.