Pendaki Surabaya Ditemukan Tewas di Gunung Piramid, Evakuasi Terkendala Jurang 470 Meter
Reny Fitriani August 05, 2026 12:19 PM

Tribunlampung.co.id, Surabaya - Maliya Finda (51), pendaki asal Surabaya yang sempat dilaporkan hilang saat mendaki Gunung Piramid di Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, akhirnya ditemukan meninggal dunia pada Selasa (4/8/2026).

Baca Juga: Kronologi Sekda Konawe Selatan Jadi Tersangka, Tabrak Adik Kandung saat Penggerebekan

Korban yang akrab disapa Hj Finda ditemukan di dasar jurang dengan kedalaman sekitar 470 meter bersama pemandu lokalnya, Irfan Nasrul Laili (35).

Proses evakuasi kedua jenazah berlangsung cukup sulit karena medan yang curam dan keterbatasan peralatan.

Kerabat korban, Wawan, mengatakan hingga Selasa sore jenazah belum berhasil dibawa ke rumah duka di kawasan Jalan Cipunegara, Darmo, Wonokromo, Surabaya.

"Kami menunggu proses evakuasi. Kedalamannya sekitar 470 meter, jurangnya sangat dalam. Tali 300 meter masih kurang panjang. Kabar dari keluarga di sana, petugas juga masih kesulitan dengan alat. Semoga bisa dievakuasi secepatnya," kata Wawan.

Finda diketahui berangkat dari Surabaya menuju Bondowoso pada Sabtu (1/8/2026).

Keesokan harinya, Minggu (2/8/2026), ia memulai pendakian Gunung Piramid dengan didampingi seorang guide secara privat.

Selama perjalanan menuju lokasi pendakian hingga sebelum naik gunung, Finda masih sempat berkomunikasi dengan anaknya yang tinggal di Bali.

Namun, sejak Minggu sore ia tak lagi merespons pesan maupun panggilan telepon dari keluarga.

"Sabtu perjalanan ke Bondowoso, Minggu pagi naik dan masih kontak-kontakan. Seharusnya pendakian hanya sehari, berangkat pagi sore sudah turun. Tapi sampai Senin belum ada kabar," kata Wawan.

Menurut keluarga, Finda baru sekitar dua hingga tiga tahun terakhir menekuni hobi mendaki gunung.

Sebelumnya ia dikenal aktif bersepeda dan hampir setiap akhir pekan mengikuti kegiatan gowes bersama komunitas.

"Beliau hobi mendaki. Sebelumnya sudah pernah ke Rinjani dan Lawu. Kalau gowes hampir setiap hari," ujarnya.

Keluarga mengaku tidak mengetahui bahwa tujuan pendakian kali ini adalah Gunung Piramid.

"Istri saya sempat berkunjung ke rumah beliau sebelum berangkat. Beliau bilang mau mendaki dengan guide privat, tapi kami tidak tahu kalau ke Gunung Piramid," katanya.

Sementara itu, keponakan korban, Riris, menduga Finda mengalami kecelakaan saat pendakian hingga terjatuh ke jurang.

Meski demikian, pihak keluarga masih menunggu hasil visum dari kepolisian untuk memastikan penyebab kematian.

"Baru ditemukan tadi siang. Dugaan sementara jatuh karena terpeleset," ujar Riris.

Jenazah Finda rencananya akan disemayamkan terlebih dahulu di rumah duka di Surabaya sebelum dimakamkan di pemakaman umum Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Kepergian Finda juga meninggalkan duka bagi para tetangga. Mereka mengenang korban sebagai sosok yang ramah, mudah bergaul, dan selalu menyapa warga saat berpapasan.

"Beliau orangnya baik. Ketemu di jalan selalu menyapa, grapyak sama semua orang," kata salah seorang tetangga.
 
Sumber: TribunJateng.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.