Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Kehadiran rute penerbangan langsung Lampung–Bandung yang mulai beroperasi pada 6 Agustus 2026 diharapkan dapat memperkuat konektivitas transportasi udara, memberikan pilihan perjalanan yang lebih beragam bagi masyarakat, sekaligus mendukung mobilitas orang dan aktivitas perekonomian antara Provinsi Lampung dan Kota Bandung.
Baca juga: Kasatlantas Polres Metro Polda Lampung Kini Dijabat AKP Tiara Kanchika
Rute yang dilayani Wings Air tersebut menghubungkan Bandara Internasional Radin Inten II (TKG) di Lampung dengan Bandara Husein Sastranegara (BDO) di Bandung tanpa perlu transit.
Penerbangan ini dijadwalkan beroperasi tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu, menggunakan pesawat ATR 72 dengan kapasitas 72 penumpang kelas ekonomi.
Branch Communication, CSR, dan Legal Department Head Bandara Internasional Radin Inten II, Dini Anggita Sari, mengatakan hadirnya layanan penerbangan baru tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses transportasi udara bagi masyarakat Lampung dan Jawa Barat.
"Rute baru ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan perjalanan, baik untuk kebutuhan bisnis, pendidikan, wisata, maupun aktivitas lainnya antara Lampung dan Bandung," kata Dini, Selasa (4/8/2026).
Menurut Dini, Bandara Internasional Radin Inten II telah melakukan berbagai persiapan untuk mendukung pengoperasian rute tersebut. Persiapan mencakup kesiapan fasilitas terminal, area check-in, parking stand pesawat, personel operasional, hingga aspek keamanan dan keselamatan penerbangan.
Ia menyebut seluruh layanan di bandara akan dijalankan sesuai standar operasional yang berlaku agar pengguna jasa dapat memperoleh pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman.
Sementara itu, penerbangan perdana rute Bandung–Lampung dengan nomor penerbangan IW-1210 dijadwalkan berangkat dari Bandara Husein Sastranegara pukul 13.45 WIB dan tiba di Bandara Radin Inten II pukul 15.15 WIB.
Dengan adanya konektivitas baru ini, masyarakat kini memiliki alternatif perjalanan udara langsung yang menghubungkan dua wilayah dengan potensi ekonomi dan mobilitas tinggi.
(Tribunlampung.co.id/Dominius Desmantri Barus)