Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin
TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Seorang pegawai yang diduga bekerja di salah satu rumah sakit daerah di Kota Tasikmalaya menjadi viral setelah berkomentar yang dinilai kurang berempati terhadap pasien BPJS.
Kronologi pegawai RSUD ini viral berawal dari adanya seorang pasien yang belum mendapatkan kamar di rumah sakit. Keluhan tersebut diunggah di akun Threads yang menyebutkan pasien BPJS harus menunggu delapan jam tapi belum mendapatkan kamar.
Postingan itu kemudian mendapat banyak komentar dari akun-akun yang diduga milik tenaga kesehatan. Komentar itu juga menjadi sorotan karena dinilai kurang empati.
Seminggu kemudian pasien yang sempat belum mendapatkan kamaru tersebut meninggal dunia tapi bukan di RSUD Tasikmalaya.
Banyak netizen yang menyesalkan komentar salah satu pegawai RSUD tersebut.
Baca juga: Diky Candra Sesalkan Konten Promosi Menginap di Hotel Bawa Pacar, Merusak Citra Kota Tasikmalaya
Akun yang menuliskan komentar kurang empati tersebut diduga milik NZ seorang pegawai di RSUD Dr Soekardjo Kota Tasikmalaya.
NZ menuliskan komentar kurang baik terhadap curhatan pasien yang menggunakan layanan BPJS tersebut.
"yuris org miskin harta miskin akal tp pgn di istimewain. 8 jam sangat sangat wajar apalagi kt lo itu RS rujukan nasional. Mungkin sekelas RSHS bdg atau RSCM rs jkt kan? boleh gue bilang sesuatu? LO GOBLOK BANYAK BACOT," tulis NZ.
Menanggapi hal ini Wakil Direktur (Wadir) RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya Titie Purwaningsari mengaku, pihaknya belum mengetahui kejadian tersebut dan harus dicek terlebih dahulu ke bagian kepegawaian RSUD.
"Ga ada nama dokternya di RSUD, tapi kalau petugas admin saya cek dulu di bagian kepegawaian sama SDM," ucap Titie dikonfirmasi TribunPriangan.com, Rabu (5/8/2026).
Selain itu, ia mengungkapkan untuk hal lain dan resminya harus koordinasi dulu semuanya supaya jelas.
"Soal sanksi, teguran, pembinaan, hingga pelatihan ada bagian tersendiri. Misalnya ada yang perlu dibenahi kaya teguran 1, 2 hingga 3 dan tertulis itu bagian SDM," katanya. (*)