TRIBUNNEWS.COM - Tunggal putri China membawa misi besar di Kejuaraan Dunia BWF 2026, yakni mengakhiri penantian panjang selama 15 tahun tanpa gelar juara dunia.
China terakhir kali meraih gelar juara dunia tunggal putri melalui Wang Yihan pada Kejuaraan Dunia BWF 2011 di London.
Sejak saat itu, belum ada lagi wakil tunggal putri Negeri Tirai Bambu yang mampu berdiri di podium tertinggi.
Untuk mengakhiri puasa gelar tersebut, tunggal putri China akan mengandalkan tiga pemain di Kejuaraan Dunia BWF 2026, yakni Chen Yu Fei, Wang Zhi Yi, dan Hen Yue.
Ketiganya akan ditemani oleh pelatih Luo Yiqiang yang akan bertarung di Kejuaraan Dunia BWF 2026 pada 17-23 Agustus mendatang di New Delhi, India.
Baca juga: Jadwal Drawing Kejuaraan Dunia BWF 2026, Calon Lawan Fajar/Fikri Segera Terungkap
Ambisi China tidak akan mudah karena mereka harus menghadapi dominasi tunggal putri nomor satu dunia asal Korea Selatan, An Se-young.
Musim ini, An Se-young tampil sangat impresif dengan catatan 38 kemenangan dan hanya sekali kalah.
Meski begitu, Chen Yu Fei mengaku optimistis bisa mengalahkan An Se-young jika nantinya keduanya bertemu.
"Berdasarkan pertemuan-pertemuan sebelumnya, peluang kami masih 50:50."
"An Se-young memang memiliki kondisi fisik luar biasa dan performa yang sangat konsisten, tetapi dia bukan pemain yang tidak bisa dikalahkan."
"Jika kami mampu memainkan permainan terbaik dan terus menekannya, dia juga bisa melakukan kesalahan," kata Chen Yu Fei, dikutip dari Sina.
Baca juga: Rilis PBSI soal Pembaruan Wakil di Kejuaraan Dunia & Dugaan Pelanggaran Integritas Pemain Indonesia
Menurut Chen Yu Fei, faktor kepercayaan diri akan sangat menentukan hasil pertandingan.
"Kami harus percaya bahwa kami bisa menang. Dari sisi strategi dan latihan fisik, kami sudah memiliki bekal yang cukup. Yang terpenting sekarang adalah memperkuat rasa percaya diri," ujar Chen Yu Fei.
Lebih lanjut, Chen Yu Fei menilai atmosfer Kejuaraan Dunia BWF 2026 akan jauh berbeda dibanding turnamen reguler karena seluruh pemain akan tampil dengan motivasi dan semangat yang lebih tinggi.
"Di Kejuaraan Dunia, pola pikir, semangat juang, dan daya saing setiap pemain berbeda dibandingkan turnamen biasa."
"Sejak pertandingan pertama, semua atlet akan mengerahkan kemampuan 100 persen. Turnamen ini akan jauh lebih sulit."
"Di turnamen terbuka, ada pemain yang mungkin tidak akan memaksakan diri ketika sudah tertinggal jauh atau tidak berada dalam kondisi terbaik pada babak awal."
"Namun di Kejuaraan Dunia, saya yakin tidak ada yang akan menyerah hingga poin terakhir," tambah Chen Yu Fei.
Senada dengan Chen Yu Fei, Wang Zhi Yi menegaskan bahwa target merebut kembali gelar juara dunia merupakan misi seluruh tim tunggal putri China, bukan hanya ambisi pribadi.
Wang Zhi Yi mengatakan jika seluruh tim memiliki tekad yang sama untuk mengakhiri penantian tersebut.
"Memiliki tujuan yang jelas sangat penting karena membuat kami berlatih dengan standar yang lebih tinggi. Semua orang tahu bahwa tunggal putri China sudah 15 tahun tidak menjadi juara dunia."
"Kejuaraan Dunia bukan hanya target saya, tetapi juga target Chen Yufei, Han Wei, dan pelatih Luo Yiqiang. Kami akan berjuang bersama," kata Wang Zhi Yi.
(Tribunnews.com/Isnaini)