Jambore Pemuda Adat Domberay Angkat Tradisi, Seni, dan Pangan Lokal Papua Barat Daya
Petrus Bolly Lamak August 05, 2026 12:38 PM

 

TRIBUNSORONG.COM, AIMAS - Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia bekerja sama dengan Domberay Creative Project menggelar Jambore Pemuda Adat Domberay di Rumah Etnik, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, pada 5–10 Agustus 2026.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda mempelajari, melestarikan, dan mengembangkan budaya masyarakat adat Domberay.

Puncak acara dijadwalkan berlangsung pada 11 Agustus 2026 di Gedung L Jitmau, Kota Sorong.

Baca juga: Soal PSN di Papua Barat Daya, Ketua DAP: Hormati Hak Masyarakat Adat

Founder Domberay Creative Project Andrei Maryen mengatakan, jambore merupakan kolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan RI untuk memperkuat pelestarian budaya di Papua Barat Daya.

"Jambore ini menjadi ruang belajar lintas generasi. Pemuda adat akan belajar langsung dari para tetua mengenai tradisi, adat istiadat, dan sejarah budaya Domberay," ujarnya.

Selama kegiatan, peserta mengikuti diskusi budaya, lokakarya seni tradisi, pengolahan pangan lokal, hingga produksi film dokumenter yang merekam pengetahuan para tetua adat.

Menurut Andrei, dokumentasi tersebut penting agar pengetahuan tradisional tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Peserta juga diperkenalkan pada inovasi pengolahan pangan lokal sebagai upaya meningkatkan nilai ekonomi budaya.

"Budaya tidak hanya menjadi identitas, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Baca juga: Pemprov Papua Barat Daya Latih Warga Malaumkarta dan Suwatolo Kelola Kampung Wisata

Seluruh rangkaian kegiatan terbuka untuk masyarakat tanpa dipungut biaya.

Panitia mengundang masyarakat untuk mengikuti diskusi budaya, pertunjukan seni, dan melihat proses produksi film dokumenter.

Pada pembukaan, sekitar 100–200 peserta hadir. Sementara pada puncak acara, panitia menargetkan kehadiran 300–500 peserta.

Baca juga: IPSI Kabupaten Sorong Dukung Program Pembinaan Atlet di Papua Barat Daya

Andrei menambahkan, tahun ini menjadi kali ketiga Domberay Creative Project dipercaya Kementerian Kebudayaan RI menjalankan program pelestarian budaya di wilayah adat Domberay.

"Kepercayaan ini membuktikan generasi muda Papua mampu mengelola kegiatan budaya berskala besar sekaligus membuka ruang kolaborasi bagi kemajuan kebudayaan Papua Barat Daya," ujarnya.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Papua Barat Daya Winarto mengatakan, pelestarian budaya tidak hanya menjaga identitas daerah, tetapi juga membuka peluang pengembangan pariwisata budaya dan ekonomi kreatif.

Staf Ahli Bupati Sorong Bidang Kemasyarakatan Marthen Nebore menilai Papua Barat Daya masih memiliki banyak potensi budaya yang belum terdokumentasi dan dipromosikan secara luas.

Pemerintah Kabupaten Sorong, kata dia, akan terus mendukung kegiatan pelestarian budaya berbasis kearifan lokal.

Perwakilan Kementerian Kebudayaan RI Julianus Limbeng menjelaskan, Jambore Pemuda Adat merupakan bagian dari program pemajuan kebudayaan yang melibatkan generasi muda sebagai pewaris budaya.

Ia mengatakan salah satu fokus jambore ialah menggali kembali potensi pangan lokal Papua, seperti sagu, umbi-umbian, kacang-kacangan, dan serealia, agar tetap lestari sekaligus mendukung ketahanan pangan.

Jambore Pemuda Adat Domberay diharapkan memperkuat identitas budaya masyarakat adat Papua Barat Daya serta mendorong pelestarian tradisi yang memberi manfaat bagi masyarakat melalui pendidikan, sosial, dan ekonomi kreatif. (tribunsorong.com/taufik nuhuyanan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.