SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Klinik Mata Bireuen terus melaksanakan program operasi katarak gratis bagi masyarakat kurang mampu dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Salah seorang penerima manfaat program tersebut adalah Rohani Hasan, korban banjir Aceh yang rumahnya terdampak bencana beberapa waktu lalu.
Rohani menjalani operasi katarak pada Jumat (31/7/2026) setelah mengalami gangguan penglihatan akibat katarak. Saat ini ia tinggal bersama anaknya di Aceh Besar, sementara rumah miliknya di Kabupaten Bireuen menjadi salah satu yang terdampak banjir.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Cabang Klinik Mata Bireuen, Zarizatun Fauza, A.Md.RO, mengatakan program operasi katarak gratis dimulai sejak Juli 2026 dan akan berlangsung hingga September mendatang.
"Kegiatan ini sudah kami mulai dari Juli, kemudian berlanjut pada Agustus, dan nanti September akan kembali kami laksanakan,"
"Selama tiga bulan ini kami terus melakukan kegiatan sosial, khususnya dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia," ujarnya.
Baca juga: Lima Rumah di Asrama Polisi Lamteumen Rusak Diterpa Angin Kencang
Baca juga: Cara Cek PIP Kemendikdasmen Agustus 2026, Siapkan NISN dan NIK untuk Lihat Status Penerima
Menurut Zarizatun, sejak Klinik Mata Bireuen mulai beroperasi pada September 2025, program operasi katarak gratis ini merupakan kegiatan sosial pertama yang diselenggarakan.
Program tersebut bertujuan membantu masyarakat yang terkendala biaya agar tetap dapat memperoleh layanan operasi katarak.
Ia menyebutkan, tingginya angka gangguan penglihatan akibat katarak di Kabupaten Bireuen menjadi salah satu alasan klinik menginisiasi program tersebut. Apalagi hingga kini Klinik Mata Bireuen belum bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
"Dengan adanya operasi katarak gratis ini kami ingin membantu masyarakat yang kurang mampu agar tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan, khususnya operasi katarak, tanpa harus memikirkan biaya," katanya.
Antusiasme masyarakat terhadap program ini cukup tinggi. Pendaftar tidak hanya berasal dari Kabupaten Bireuen, tetapi juga Banda Aceh, Aceh Besar, Lhokseumawe, hingga Aceh Utara.
Seluruh calon pasien terlebih dahulu menjalani skrining untuk memastikan kondisi kesehatannya sebelum ditetapkan sebagai peserta operasi.
Selain menggelar operasi gratis, Klinik Mata Bireuen juga aktif melakukan edukasi kesehatan mata melalui kegiatan skrining di sejumlah desa dan fasilitas kesehatan.
Baca juga: War Tiket Upacara HUT Ke-81 RI di Istana Merdeka Resmi Dibuka Hari Ini, Cek Link, Syarat & Dokumen
Baca juga: Seorang Pemuda Cabuli Remaja Ditahan Polisi di Nagan Raya
Pendekatan kepada masyarakat dilakukan menggunakan bahasa daerah agar informasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mata lebih mudah dipahami.
"Kami turun langsung ke desa-desa untuk melakukan edukasi dan skrining. Pendekatannya menggunakan bahasa daerah sehingga masyarakat lebih mudah menerima informasi," ujarnya.
Selama memberikan pelayanan, pihak klinik juga menemukan berbagai kisah perjuangan masyarakat untuk mendapatkan kembali penglihatannya. Bahkan, ada pasien yang rela menabung dalam waktu lama demi bisa menjalani operasi katarak.
Rohani Hasan menjadi salah satu pasien yang diprioritaskan dalam program sosial tersebut karena kondisi ekonomi serta musibah banjir yang dialaminya. Diharapkan, setelah menjalani operasi, penglihatannya dapat kembali pulih sehingga mampu beraktivitas secara normal.
Zarizatun mengimbau masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan mata. Menurutnya, katarak tidak dapat disembuhkan dengan obat-obatan, melainkan hanya melalui tindakan operasi.
"Kami berharap masyarakat Bireuen semakin peduli terhadap kesehatan mata. Jangan menunggu sampai penglihatan hilang. Lakukan pemeriksaan sejak dini karena katarak hanya bisa ditangani melalui operasi," tutupnya.(*)