Mengapa Adegan Berbagi Payung di Drama Korea Terasa Begitu Romantis?
Joko Widiyarso August 05, 2026 01:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM - Pernahkah Tribunners merasa baper ketika menonton adegan di drama Korea?

Misalnya, saat menonton adegan tokoh utama pdkt atau sesimpel adegan melewati hujan di bawah payung bersama orang spesial.

Meskipun sederhana, adegan berbagi payung tidak pernah gagal membuat penonton tersenyum.

Adegan ini menjadi salah satu adegan ikonik yang paling berkesan di pikiran penonton.

Ketika membicarakan tentang adegan berbagi payung, yang langsung terlintas di kepala adalah adegan di drama Korea “Lovely Runner”.

Pada drama Korea “Lovely Runner”, adegan Im Sol memayungi Sun-jae dengan payung kuning menjadi ikonik.

Hal ini karena payung kuning tidak hanya hadir sebagai payung, tetapi simbol dari perhatian dan perlindungan.

Selain itu, payung kuning di drama ini menjadi benang merah yang terus menghubungkan perjalanan kedua tokoh utama dalam mengubah masa depan.

Lantas, mengapa adegan sederhana ini terasa begitu romantis?

1. Payung sebagai simbol perlindungan dan perhatian

Biasanya, payung yang dipakai adalah milik salah satu karakter saja (bukan milik berdua).

Ketika satu karakter rela memayungi karakter lain, pesan yang disampaikan seolah ingin memastikan karakter lain baik-baik saja (tidak kehujanan).

Pesan sederhana inilah yang membuat adegan payung terasa hangat dan menyentuh.

2. Payung membuat dua karakter berada dalam jarak yang sangat dekat

Mengingat diameter payung yang tidak terlalu besar, berbagi payung membuat dua karakter harus berada dalam jarak yang dekat.

Selain itu, mereka harus berjalan berdampingan, menyesuaikan langkah, bahkan saling merapat agar sama-sama tidak terkena air hujan.

Kedekatan fisik ini membentuk chemistry tersendiri tanpa perlu dialog khusus.

3. Hujan melambangkan emosi karakter

Pada drama Korea, biasanya hujan tidak datang tanpa pesan apa-apa.

Hujan datang ketika salah satu karakter sedang merasa sedih, bingung, tidak baik-baik saja, atau mengalami sesuatu yang sulit.

Oleh karena itu, kehadiran seseorang yang datang memayungi seolah memancarkan cahaya dalam kegelapan yang langsung mengubah suasana menjadi lebih positif.

4. Dialog panjang tidak diperlukan

Terkadang, adegan payung hanya diisi tatapan mata, senyuman tipis, bahkan saling diam satu sama lain.

Momen-momen sederhana ini justru mampu menyampaikan perasaan yang sulit diungkapkan oleh kata-kata.

Oleh karena itu, adegan ini sering membuat baper dibandingkan dialog panjang.

Itu dia 4 alasan di balik terkesannya adegan sederhana berbagi payung.

Meskipun sederhana, adegan ini selalu berhasil membuat penonton baper karena keromantisannya.

Satu payung hadir sebagai bentuk perasaan sayang, perhatian, perlindungan, bahkan harapan yang lebih kuat dari penyataan cinta paling romantis sekalipun.

(MG Hasna Aulia Syafitri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.