SURYA.co.id, SURABAYA – Penguatan wawasan kebangsaan bagi generasi muda dinilai harus mengikuti perkembangan zaman.
Di tengah derasnya arus digitalisasi, materi tentang nasionalisme dan cinta tanah air perlu dikemas melalui media yang lebih dekat dengan Generasi Z dan Generasi Alpha agar tidak kalah oleh derasnya pengaruh budaya luar.
Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Lailatul Qodriah atau Ning Laila, mengatakan pendekatan konvensional sudah tidak lagi cukup untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda yang tumbuh di era digital.
"Nilai-nilai kebangsaan jangan sampai memudar di kalangan generasi muda. Kalau wawasan kebangsaan tidak dikemas dan dikenalkan dengan baik, justru budaya serta nilai-nilai dari luar yang akan lebih mudah diterima oleh mereka," ujar Ning Laila kepada SURYA.co.id, Selasa (4/8/2026).
Baca juga: Kunker ke Jombang, DPRD Jatim Soroti Aset Pemerintah dan Sertifikat Elektronik
Pernyataan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam Podcast Ngobrol Bareng Dewan di Studio TribunJatim Network, Surabaya, yang mengangkat tema Penguatan Wawasan Kebangsaan Pemuda di Tengah Arus Digitalisasi.
Menurut Ning Laila, semangat menanamkan nasionalisme tetap harus dipertahankan, tetapi cara penyampaiannya perlu menyesuaikan karakter generasi saat ini.
Ia menilai media digital seperti film, kartun, maupun animasi dapat menjadi sarana yang lebih efektif untuk memperkenalkan sejarah bangsa, nilai kebangsaan, dan semangat patriotisme.
"Semangatnya tetap sama, tetapi cara penyampaiannya harus mengikuti karakter Generasi Z dan Generasi Alpha," katanya.
Ning Laila menilai model sosialisasi berupa seminar atau sarasehan yang selama ini banyak digunakan tidak selalu mampu menarik perhatian generasi muda.
Menurutnya, generasi saat ini lebih akrab dengan informasi yang disajikan secara cepat, visual, dan interaktif melalui platform digital.
"Kalaupun hadir di seminar, belum tentu pikirannya ikut hadir. Bisa saja mereka lebih sibuk dengan telepon genggamnya. Karena itu, pendekatan lama tidak bisa dipaksakan kepada generasi sekarang," ujarnya.
Selain mendorong inovasi metode penyampaian, DPRD Jawa Timur juga memiliki sejumlah program penguatan wawasan kebangsaan yang menyasar kalangan muda.
Program tersebut bertujuan memperkenalkan sejarah perjuangan bangsa, menanamkan nilai nasionalisme dan patriotisme, sekaligus membekali generasi muda agar siap berkontribusi dalam pembangunan Indonesia.
"Program penguatan wawasan kebangsaan sebenarnya cukup banyak, baik yang melekat pada anggota dewan maupun melalui Sekretariat DPRD," pungkas legislator dari Daerah Pemilihan Lumajang-Jember tersebut.