Revitalisasi Sekolah di Blora Mulai Jalan, Disdik : Pengerjaan Tak Boleh Diborongkan ke Pihak Ketiga
muh radlis August 05, 2026 01:56 PM

TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Proyek revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Blora mulai berjalan. 


Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Blora menegaskan seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan sistem swakelola dan tidak boleh diborongkan kepada pihak ketiga.


Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Sandy Tresna Hadi, mengatakan pelaksanaan proyek dilakukan oleh panitia yang dibentuk kepala sekolah.


"Swakelola itu dikerjakan oleh panitia dan tim teknis yang dibentuk oleh kepala sekolah. Setelah panitia terbentuk dan dana turun, baru pekerjaan dilaksanakan," kata Sandy, Rabu (5/8/2026).


Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan, pencairan dana revitalisasi tidak turun secara bersamaan. Oleh karena itu, progres pekerjaan di setiap sekolah berbeda-beda.


"Ada yang sudah mulai dikerjakan sejak akhir Juni, ada juga yang baru mulai minggu ini. Karena memang turunnya dana tidak bersamaan," katanya.


Menurut Sandy, pembentukan panitia menjadi kewenangan kepala sekolah. Dalam pelaksanaannya, kepala sekolah juga diharapkan menginformasikan pembentukan panitia kepada komite sekolah.

Baca juga: Sembilan Saksi Diperiksa Polisi terkait Dugaan Perundungan Bikin Jari Putus Siswa MTs di Pati


Susunan panitia telah memiliki pembagian tugas yang jelas. Kepala sekolah bertindak sebagai penanggung jawab, ketua berasal dari unsur masyarakat, sementara sekretaris dan bendahara berasal dari pihak sekolah. 


Selain itu, terdapat kepala pelaksana yang bertugas mengoordinasikan pekerjaan di lapangan.


"Semua sudah ada tugasnya masing-masing. Panitia tidak harus setiap hari berada di lokasi pekerjaan, tetapi tukang, kepala tukang, dan para pekerja tentu bekerja setiap hari sesuai jam kerja," jelasnya.


Dari hasil monitoring terakhir sekitar dua pekan lalu, Sandy menyebut progres rata-rata sekolah yang sudah mulai mengerjakan revitalisasi masih berada di kisaran 15 persen.


"Yang sudah berjalan rata-rata masih sekitar 15 persen," ujarnya.


Meski demikian, Dindik menargetkan seluruh pekerjaan revitalisasi tahap I dapat diselesaikan paling lambat pada Desember 2026.


"Pokoknya maksimal Desember sudah selesai," tegasnya.


Sandy juga mengingatkan bahwa karena menggunakan sistem swakelola, pekerjaan tidak diperbolehkan dialihkan kepada kontraktor atau pihak ketiga.


"Tidak boleh. Sistemnya swakelola, ada panitia dan tim teknis yang merencanakan serta mengawasi pekerjaan," terangnya.


Sebagai informasi, sebanyak 31 satuan pendidikan di Kabupaten Blora menerima bantuan revitalisasi sekolah tahap I tahun 2026 dengan total anggaran mencapai Rp 19,7 miliar. Bantuan tersebut diberikan kepada 15 SD, 3 SMP, dan 13 satuan PAUD.(Iqs)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.