Film Seni Merayu Tuhan, Adaptasi Karya Habib Jafar soal Pendewasaan Diri yang Sarat Makna
Nola Vemiliana August 05, 2026 02:00 PM

Liputan6.com, Jakarta - Karya tulis motivasi Habib Jafar diadaptasi ke dalam film produksi Wahana Kreator dengan tajuk sama yaitu Seni Merayu Tuhan. Film bertema pendewasaan diri atau coming-of-age garapan Cesa David Luckmansyah ini akan dirilis secara serentak di Bioskop Indonesia pada 13 Agustus mendatang.

Melalui konferensi pers yang dihelat di Epicentrum XXI, Jakarta, Selasa (4/8/2026), para jajaran filmmaker dan pemain menyapa para jurnalis dengan membagikan cerita di balik proses menggarap film Seni Merayu Tuhan.

Salman Aristo selaku produser mengungkapkan bahwa alasan memilih genre coming-of-age untuk film Seni Merayu Tuhan ini adalah karena genre ini mendukung skenario bahwa segala sesuatu tidak perlu selesai saat itu juga.

“Kenapa kami memilih genre coming-of-age mungkin karena ini salah satu genre yang memungkinkan bahwa segala sesuatu tidak perlu selesai sekarang, proses pendewasaan itu adalah perjalanan yang tidak akan ada habisnya. Tapi cerita kan harus ada resolusi dan konklusinya ya. Nah, genre ini memungkinkan bahwa resolusinya itu adalah perjalanan yang lebih baik lagi,” ujar Aris.

Menurutnya, film ini juga berbicara tentang keikhlasan. Bagaimana seseorang bisa menerima bahwa sesuatu itu tidak perlu langsung terjawab.

“Film ini sebenarnya membicarakan keikhlasan, bagaimana kita mau menerima bahwa segala sesuatu tidak harus sembuh sekarang. Segala sesuatu itu tidak perlu terjawab sekarang. Tapi yang paling penting adalah keinginan kita untuk menjadi lebih baik daripada hari kemarin,” tuturnya.

Relevan di Usia Berapa pun

Film Seni Merayu Tuhan. (Wahana Kreator via Instagram/ FilmSeniMerayuTuhan)
Film Seni Merayu Tuhan. (Wahana Kreator via Instagram/ FilmSeniMerayuTuhan)

Cesa David Luckmansyah sebagai sutradara mengungkapkan bahwa di umurnya yang sudah beranjak 49 tahun pun, ia masih bisa merasakan momen coming-of-age.

“Ini sebenarnya perjalanan spiritual saya dan kebetulan di fase yang ternyata coming-of-age tuh bukan tentang dewasa di umur berapa, bahwa di umur-umur saya pun juga ada tuh proses-proses ternyata ada tersesat dulu terus mencoba menjadi lebih baik dari sebelumnya,” ungkap Cesa.

Relevan dengan Masyarakat

Film Seni Merayu Tuhan. (Wahana Kreator via Instagram/ FilmSeniMerayuTuhan)
Film Seni Merayu Tuhan. (Wahana Kreator via Instagram/ FilmSeniMerayuTuhan)

Cesa juga menambahkan bahwa alasan diangkatnya film ini karena ceritanya relevan dengan masyarakat saat ini.

“Dunia situasinya sedang seperti ini. Banyak banget sekarang temen-temen di luar sana yang obsesi dengan pekerjaan, mengejar validasi di sosial media. Tapi ternyata ada luka yang tumbuh secara tidak sadar dengan orang-orang terdekatnya,” tuturnya.

Sinopsis Film Seni Merayu Tuhan

Film Seni Merayu Tuhan. (Wahana Kreator via Instagram/ FilmSeniMerayuTuhan)
Film Seni Merayu Tuhan. (Wahana Kreator via Instagram/ FilmSeniMerayuTuhan)

Seni Merayu Tuhan mengisahkan tentang Hikmah (Ari Irham)  yang kesehariannya mengabaikan keluarga dan kehidupan spiritual. Hari-harinya seringkali ia habiskan untuk bekerja dan bertemu kekasihnya Sophia (Lutesha).

Namun, hidupnya seketika berubah selepas ibunya (Rieke Diah Pitaloka) meninggal dunia. Kehilangan itu memberikannya penyesalan terdalam dan mengubah cara pandangnya tentang kehidupan.

Hikmah perlahan demi perlahan mulai merayu Tuhan dengan mendekatkan diri kepada-Nya. Sepanjang prosesnya, ia ditemani oleh Sophia dan sahabat sejak masa kecilnya Hotib (Teuku Ryzki).

Hikmah terus berusaha mencari tahu makna rasa ikhlas dan keimanan yang selama ini tidak pernah ia temukan dalam hidupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.