TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah gempa terjadi dalam waktu yang berdekatan di Sulawesi Utara, Rabu (5/8/2026).
Gempa magnitudo 6.4 terjadi hari ini pukul 11.14 WIB atau 12.14 Wita di 221 km Barat Laut Pulau Karatung - Sulut dengan kedalaman 10 kilometer dan tidak berpotensi tsunami.
Melalui akun X @infoBMKG, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga melaporkan terjadi gempa magnitudo 4.9 yang terjadi pukul 11.25 WIB di 170 km Timur Laut Tahuna - Kep. Sangihe - Sulut.
Gempa magnitudo 5.0 juga kembali guncang Timur Laut Tahuna, Kep. Sangihe, Sulut di kedalaman 10 kilometer pada pukul 11.34 WIB dengan lokasi 184 kilometer Timur Laut Tahuna - Kep. Sangihe.
Melalui laman bmkg.go.id, pusat gempa magnitudo 6.4 berada di laut dengan jarak 221 kilometer Barat Laut Pulau Karatung dengan kedalaman 10 kilometer yang berlokasi di 5,60 LU-125,27 BT.
Gempa tersebut dirasakan MMI III-IV di Sangihe dan II di Manado.
Baca juga: BREAKING NEWS: Gempa M 6,4 Guncang Sulawesi Utara
Skala MMI Gempa
Berdasarkan skala MMI yang dikutip dari laman BMKG, berikut info MMI yang dapat dipelajari:
I MMI
Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang.
II MMI
Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.
III MMI
Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah.
Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.
IV MMI
Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.
V MMI
Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.
VI MMI
Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang.
Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.
VII MMI
Semua orang di rumah keluar.
Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik.
Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah.
Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.
VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat.
Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.
IX MMI
Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan.
Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.
X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.
I MMI
Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri.
Jembatan rusak, terjadi lembah.
Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.
XII MMI
Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah.
Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.
(Tribunnews.com, Renald)