TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kisah pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), Yurizal Tri Chaerawan, kembali menjadi sorotan publik setelah curhatnya di media sosial viral.
Yurizal Tri Chaerawan sebelumnya mengeluhkan sulitnya mendapatkan ruang perawatan saat menjalani pengobatan di rumah sakit.
Curhatan itu ia tuliskan melalui akun Threads pribadinya pada 22 Juli 2026.
Unggahan tersebut kemudian ramai dibicarakan karena Yurizal mengaku telah menunggu selama delapan jam tanpa mendapatkan ruangan.
Namun, di balik unggahan yang viral tersebut, tersimpan perjuangan panjang Yurizal selama menjalani perawatan.
Sahabat dekat almarhum akhirnya mengungkap kondisi Yurizal hingga dua hari sebelum dirinya meninggal dunia.
Ia mengaku mendampingi Yurizal sejak pertama kali masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) hingga hari-hari terakhirnya.
Menurut kesaksiannya, Yurizal sempat menunggu CT Scan hingga 48 jam dan baru mendapatkan ruang perawatan setelah dua hari berada di IGD.
Kondisi Yurizal juga disebut semakin menurun hingga membutuhkan penanganan khusus karena ruang HCU penuh.
Sahabatnya bahkan mengungkap Yurizal sempat menangis dan merasa sedih setelah melihat respons warganet terhadap curhatannya di Threads.
Saat kondisinya semakin memburuk, Yurizal disebut sudah tidak lagi memegang alat komunikasi dan memilih mematikan akses ke media sosial.
Yurizal Tri Chaerawan kemudian meninggal dunia pada 31 Juli 2026, meninggalkan kisah yang kembali memicu sorotan terhadap pelayanan dan empati kepada pasien.
Baca juga: Terkuak Postingan Terakhir Pasien BPJS Yurizal Sebelum Meninggal, Isinya Pilu: Pengen Tidur Nyenyak
Seperti diketahui, di tengah ramainya perbincangan tersebut, sahabat almarhum akhirnya angkat bicara dan mengungkap perjuangan Yurizal selama menjalani perawatan di rumah sakit hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.
Sebelumnya, Yurizal sempat mengunggah keluh kesahnya melalui akun Threads pribadinya pada 22 Juli 2026.
Curhatannya itu pun sudah disukai sebanyak 45.100 akun, dikomentari 23.100 ribu akun, di-repost 6.000 kali dan dibagikan sebanyak 7.600 kali hingga pukul 09.08 WIB pada 5 Agustus 2026.
Ia mengaku telah menunggu hingga delapan jam, namun belum juga mendapatkan ruangan perawatan.
"8 jam belum dapat ruangan. Gamau spill RS nya, soalnya gue pake BPJS," tulis Yurizal.
Unggahan tersebut justru menuai beragam komentar, termasuk sejumlah tanggapan bernada sinis dari beberapa akun yang mengaku sebagai tenaga medis.
Tak lama berselang, pihak keluarga mengabarkan bahwa Yurizal meninggal dunia pada 31 Juli 2026.
"Yurizal sender ini sepupu saya, sudah meninggal 31 juli kemarin, karena terlambat ditanganin RS karena sudah gawat bgt. Maafin sepupu saya kalo curhat gini di threads, sebelumnya dia sakit ga pernah cerita2 kmn bahkan ke keluarga, apa2 nyimpen sendiri, sudah ya jgn ada hate lg di sini," tulis pengguna Threads @hilperd.
Belakangan, sahabat dekat almarhum turut memberikan kesaksian mengenai kondisi Yurizal selama menjalani perawatan.
Ia mengaku mendampingi Yurizal sejak awal masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) hingga hari-hari terakhirnya.
"Saya sahabat dekat Alm Yurizal. Saya yang tau riwayat penyakit Alm dari awal sampai Alm hembuskan nafas terakhir. Saya yang betul betul mendampingi Alm dari awal masuk IGD, nunggu CT Scan sampai 48 jam, dapat ruangan setelah 2 hari di IGD, dan bahkan ketika Alm mau masuk HCU ruangan penuh, akhirnya Alm diberikan tindakan khusus di ruang ranap. Saya juga bersaksi, alm menangis dan sedih lihat threads ini. Alm capek, lelah, tapi saya gak ada di sebelah nya jadi beliau luapkan rasa sedih nya di sin," katanya.
Kesaksian tersebut menjadi sorotan karena mengungkap perjuangan panjang yang dialami Yurizal selama menjalani penanganan medis, termasuk penantian CT Scan hingga 48 jam, menunggu ruang perawatan selama dua hari di IGD, serta tidak tersedianya ruang HCU.
Sahabat almarhum juga mengungkap kondisi Yurizal setelah unggahannya viral di media sosial.
"Ketika baca threads ini, Alm kondisi menurun dan sudah tidak megang alat komunikasi, airplane mode karena gk mau buka social media lagi.
Saya mewakili keluarga dan sahabat, Mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar besar nya untuk Alm Yurizal. Semoga Alm Yurizal Tri Chaerawan, sahabat saya di berikan tempat yang terbaik di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Aamiin," katanya.
Di sisi lain, unggahan tersebut juga mendapat perhatian dari drg Mirza Mangku Anom, Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi.
Ia menyayangkan adanya komentar bernada kasar yang ditujukan kepada pasien.
"Ini ada apa kok rame banget saya di mention di utas ini? --------------- Ternyata setelah baca2 komentarnya kok banyak dokter/nakes yg ketikannya bisa sejahat itu sama pasien ya? ???? Utk yg pada jahat ketikannya: Yapping di thread silahkan saja, tapi setidaknya OTAKMU dipake mikir! Niatmu sok asik kan komen salty gitu ke pasien? Biar keliatan keren ketikannya pedes gitu?" tulisnya.
Kisah Yurizal pun memicu gelombang simpati dari warganet sekaligus menjadi perbincangan luas mengenai pentingnya empati dalam menyikapi keluhan pasien di media sosial.
Hingga kini, unggahan tersebut masih ramai dibahas oleh publik.
(TribunNewsmaker.com/TribunJakarta)